BRUSSELS – Rancangan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran mulai mendapat dukungan luas dari para pemimpin dunia. Negara-negara anggota G7 hingga NATO menilai perjanjian tersebut membuka peluang berakhirnya ketegangan di Timur Tengah sekaligus memulihkan stabilitas ekonomi global.
kanselir jerman Friedrich Merz bersama para pemimpin G7 lainnya menyebut kesepakatan itu sebagai kesempatan bagi Timur Tengah untuk kembali menuju perdamaian setelah lebih dari 100 hari konflik yang mengguncang kawasan.
Salah satu dampak paling signifikan dari perjanjian tersebut adalah kemungkinan dibukanya kembali Selat Hormuz secara penuh bagi lalu lintas pelayaran internasional.
Pembukaan jalur strategis tersebut diyakini akan mengurangi tekanan terhadap pasar energi dunia dan memperlancar kembali pasokan minyak dari kawasan Teluk yang selama perang mengalami gangguan serius.
Meski belum resmi ditandatangani, draf kesepakatan yang bocor ke publik memberikan gambaran paling jelas mengenai poin-poin yang telah disepakati Washington dan Teheran.
Pejabat Amerika Serikat mengungkapkan rancangan perjanjian itu memuat sedikitnya 18 poin, termasuk penghentian tembak-menembak dan permusuhan secara langsung, masa negosiasi selama 60 hari menuju kesepakatan final, pelonggaran sanksi ekonomi terhadap Iran, serta pelepasan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan.
Sebagai imbalannya, Iran berkomitmen untuk tidak pernah mengembangkan senjata nuklir.
Selain itu, rancangan kesepakatan juga disebut memuat peluang paket pembangunan ekonomi senilai 300 miliar dolar AS untuk membantu pemulihan ekonomi Iran pascaperang.
Di sektor perdagangan global, dokumen tersebut mengatur pembukaan kembali Selat Hormuz untuk seluruh aktivitas pelayaran internasional serta penghentian blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menyambut positif perkembangan tersebut. Menurutnya, kesepakatan itu berpotensi meningkatkan keamanan tidak hanya di Timur Tengah, tetapi juga bagi komunitas internasional secara lebih luas.
“Saya sangat menyambut baik kesepakatan yang dicapai Presiden Trump dengan Iran. Langkah Amerika Serikat untuk mencegah ancaman Iran bersenjata nuklir dan melemahkan kemampuan rudal balistiknya akan meningkatkan keamanan bagi semua pihak,” kata Rutte.
Ia menambahkan bahwa kesepakatan tersebut membuka peluang untuk memastikan Iran tidak pernah memperoleh senjata nuklir.
Menurut Rutte, pemulihan kebebasan navigasi di Selat Hormuz akan menjadi langkah besar bagi stabilitas ekonomi dan keamanan global.
Ia juga mengungkapkan sejumlah negara sekutu NATO melalui inisiatif yang dipimpin Prancis dan Inggris siap memberikan dukungan terhadap implementasi kesepakatan tersebut.
Jika seluruh poin berhasil difinalisasi dalam perundingan lanjutan, kesepakatan damai AS-Iran berpotensi menjadi salah satu terobosan diplomatik terbesar di Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir sekaligus mengakhiri ketidakpastian yang selama berbulan-bulan membayangi pasar energi dan perdagangan dunia.








