Edukasi

485 Mahasiswa KKN UPI Menyebar ke Desa-Desa di Sumedang

×

485 Mahasiswa KKN UPI Menyebar ke Desa-Desa di Sumedang

Sebarkan artikel ini
KKN UPI
Sebanyak 485 *mahasiswa UPI* (Universitas Pendidikan Indonesia) resmi diterjunkan ke tengah masyarakat di Kabupaten Sumedang, Rabu (24/6)

SUMEDANG –  Sebanyak 485 *mahasiswa UPI* (Universitas Pendidikan Indonesia) resmi diterjunkan ke tengah masyarakat di Kabupaten Sumedang, Rabu (24/6).

Melalui momentum pelepasan resmi oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di halaman Kantor Kecamatan Cisitu, ratusan intelektual muda ini siap membawa misi transformasi sosial lewat program pengabdian bertema KKN Kampus Berdampak Sauyunan.

Para *mahasiswa UPI* tersebut nantinya akan disebar ke dalam 39 kelompok yang mengabdi di empat wilayah, yakni Kecamatan Cisitu, Jatigede, Jatinunggal, dan Wado. Selama 40 hari ke depan, kehadiran mereka dalam agenda *Kuliah Kerja Nyata* (KKN) diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan akademik rutin, melainkan mampu menelurkan formulasi solusi konkret atas berbagai persoalan riil di desa-desa.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir menegaskan, kolaborasi model pentahelix ini menuntut *mahasiswa UPI* untuk cakap mempraktikkan teori kampus ke dalam realitas sosial masyarakat. Dony juga menginstruksikan para peserta *Kuliah Kerja Nyata* agar memetakan masalah secara presisi dengan memanfaatkan sistem data digital milik Pemda Sumedang, seperti aplikasi WaKepo, guna menyasar penuntasan kasus stunting hingga pengembangan UMKM lokal.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan UPI, Prof. Agus Setiabudi membeberkan bahwa ratusan *mahasiswa UPI* yang diterjunkan ini berasal dari tiga program studi unggulan Kampus Sumedang, yakni Keperawatan, Pendidikan Jasmani, dan Industri Kepariwisataan. Menurutnya, pengalaman belajar di luar ruang kuliah lewat skema *Kuliah Kerja Nyata* merupakan kurikulum modern wajib global demi mencetak lulusan yang peka terhadap tantangan zaman.

Selain fokus pada sektor kesehatan dan rintisan wisata berbasis digital, para mahasiswa juga mendapatkan tantangan unik dari aparat penegak hukum setempat. Kapolres Sumedang menitipkan pesan khusus agar para mahasiswa ikut memikirkan strategi inovatif memberantas hama tikus guna memperkuat ketahanan pangan dan sektor pertanian rakyat di wilayah penugasan mereka.