Internasional

AS-Iran Saling Serang Pasca MoU Ditandatangani, Mantan Dubes: Makin Bahaya

×

AS-Iran Saling Serang Pasca MoU Ditandatangani, Mantan Dubes: Makin Bahaya

Sebarkan artikel ini
Kapal Terbakar di Selat Hormuz
Kapal Terbakar di Selat Hormuz

WASHINGTON – Aksi saling serang dengan dalih pasal dalam Memorandum of Understanding (MOU) antara AS dan Iran kini dinilai telah membahayakan kredibilitas kesepakatan tersebut secara keseluruhan dan berpotensi memicu konflik lebih luas.

Menurut Mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Oman, Richard Schmierer, konflik mencuat akibat penafsiran yang berbeda terhadap isi MOU. AS bersandar pada Pasal 1 yang melarang Iran mengganggu jalur pelayaran global, sementara Iran menggunakan Pasal 5 untuk membenarkan tindakan mereka setelah negosiasi 60 hari.

“Serangan balasan selama beberapa hari terakhir ini sangat mengancam keberadaan MOU. AS tidak akan bisa menerima tindakan Iran yang menyerang kapal-kapal komersial di perairan teritorial Oman,” ujar Schmierer dalam wawancara bersama Al Jazeera, Senin (29/6).

Schmierer menegaskan bahwa berdasarkan hukum internasional, Selat Hormuz adalah jalur pelayaran internasional resmi. Status Iran dan Oman sebagai negara pesisir hanya memberi mereka tanggung jawab menjaga keamanan, bukan hak mutlak untuk mengontrol selat.

Terkait posisi Oman, Schmierer menilai Muscat dilema namun kesabaran mereka ada batasnya. Serangan Iran di wilayah laut Oman diprediksi bakal merusak hubungan baik kedua negara tetangga tersebut.

Menanggapi retorika keras Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan “menyelesaikan tugas” jika eskalasi berlanjut, Schmierer melihat Washington sebenarnya masih menganggap kesepakatan itu menguntungkan kedua belah pihak.

“Washington ingin MOU ini tetap berlaku karena banyak poin yang menguntungkan Iran. Ekspektasi kami, Teheran harusnya sadar dan berhenti merusak kesepakatan ini sebelum Trump habis kesabaran,” pungksnya.