Edukasi

Tata Cara Sujud Tilawah Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits Sahih

×

Tata Cara Sujud Tilawah Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits Sahih

Sebarkan artikel ini
Sujud Tilawah
Ilustrasi : Sujud Tilawah

BANDUNG – Sujud tilawah adalah sujud yang disyariatkan ketika seorang Muslim membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah dalam Al-Qur’an. Sujud ini merupakan bentuk pengagungan kepada Allah SWT, ketundukan kepada firman-Nya, dan pengamalan sunnah Rasulullah ﷺ.

Mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum sujud tilawah adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), bukan wajib.

Dasar Al-Qur’an

Allah SWT berfirman:

«إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ»

Artinya:

«”Sesungguhnya yang beriman kepada ayat-ayat Kami hanyalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengannya mereka segera bersujud, bertasbih memuji Tuhannya, dan mereka tidak menyombongkan diri.”»

(QS. As-Sajdah: 15)

Allah SWT juga berfirman:

«فَاسْجُدُوا لِلَّهِ وَاعْبُدُوا»

Artinya:

«”Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah Dia.”»

(QS. An-Najm: 62)

Ayat-ayat ini menjadi dasar disyariatkannya sujud tilawah sebagai bentuk ketundukan kepada Allah SWT.

 

Dalil Hadits Sahih

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma:

«كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَقْرَأُ عَلَيْنَا السُّورَةَ فِيهَا السَّجْدَةُ فَيَسْجُدُ وَنَسْجُدُ مَعَهُ»

Artinya:

«”Rasulullah ﷺ membacakan kepada kami suatu surah yang di dalamnya terdapat ayat sajdah, lalu beliau bersujud dan kami pun ikut bersujud bersama beliau.”»

(HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa sujud tilawah merupakan sunnah yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah ﷺ.

 

Kapan Sujud Tilawah Dilakukan?

Sujud tilawah dilakukan ketika:

– Membaca ayat sajdah dalam Al-Qur’an.
– Mendengar bacaan ayat sajdah dan mengikuti imam atau pembaca.

Di dalam Al-Qur’an terdapat 15 ayat sajdah menurut jumhur ulama, meskipun terdapat sedikit perbedaan pendapat mengenai jumlahnya.

 

Tata Cara Sujud Tilawah

1. Berniat

Niat dilakukan dalam hati untuk melaksanakan sujud tilawah karena Allah SWT.

2. Bertakbir

Apabila dilakukan di luar shalat, disunnahkan mengucapkan:

«الله أكبر»

Lalu langsung turun untuk sujud.

Jika dilakukan ketika shalat berjamaah, makmum mengikuti imam.

3. Sujud Sekali

Sujud dilakukan satu kali sebagaimana sujud dalam shalat.

Membaca tasbih sujud:

«سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى»

Minimal tiga kali.

Kemudian dianjurkan membaca doa yang diriwayatkan dari Rasulullah ﷺ:

«اللَّهُمَّ اكْتُبْ لِي بِهَا عِنْدَكَ أَجْرًا، وَضَعْ عَنِّي بِهَا وِزْرًا، وَاجْعَلْهَا لِي عِنْدَكَ ذُخْرًا، وَتَقَبَّلْهَا مِنِّي كَمَا تَقَبَّلْتَهَا مِنْ عَبْدِكَ دَاوُدَ»

Artinya:

«”Ya Allah, tetapkanlah bagiku pahala karena sujud ini, hapuskanlah dosaku karenanya, jadikanlah ia sebagai simpanan pahala di sisi-Mu, dan terimalah sujudku sebagaimana Engkau menerima sujud hamba-Mu, Dawud.”»

(HR. Jami’ at-Tirmidhi; dinilai hasan oleh sejumlah ulama)

4. Bangkit dari Sujud

Setelah selesai sujud, bangkit kembali.

Apabila dilakukan di luar shalat, tidak ada tasyahud dan tidak ada salam.

 

Apakah Harus Berwudhu?

Mayoritas ulama berpendapat bahwa sujud tilawah di luar shalat lebih utama dilakukan dalam keadaan suci dan menghadap kiblat. Namun, terdapat perbedaan pendapat mengenai apakah wudhu menjadi syarat sah sujud tilawah di luar shalat.

Apabila sujud tilawah dilakukan di dalam shalat, tentu harus dalam keadaan suci karena merupakan bagian dari shalat.

Hikmah Sujud Tilawah

1. Mengagungkan firman Allah SWT.
2. Meneladani sunnah Rasulullah ﷺ.
3. Melatih kerendahan hati di hadapan Allah.
4. Menambah kekhusyukan ketika membaca Al-Qur’an.

Allah SWT berfirman:

«وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا»

Artinya:

«”Mereka menyungkur atas wajah mereka sambil bersujud dan bacaan Al-Qur’an itu menambah kekhusyukan mereka.”»

(QS. Al-Isra’: 109)

 

Sujud tilawah merupakan sunnah Rasulullah ﷺ ketika membaca atau mendengar ayat sajdah. Ibadah ini menjadi bentuk penghambaan, ketundukan, dan pengagungan kepada Allah SWT atas firman-Nya.

Seorang Muslim yang membiasakan sujud tilawah akan semakin merasakan kedekatan dengan Al-Qur’an serta meneladani amalan yang dicontohkan Rasulullah ﷺ dan para sahabat.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa tunduk kepada ayat-ayat-Nya.

«سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ»

Artinya:

«”Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi, dan segala puji bagi-Nya.”»