TASIKMALAYA – Ledakan Dadaha dan Polisi Dalami Kasus jadi perhatian warga. Ledakan Dadaha terjadi di kawasan taman kota, Sabtu malam (11/7/2026).
Polisi Dalami Kasus ledakan diduga dari boks KWh listrik. Polisi Dalami Kasus dan telah amankan tiga orang untuk diperiksa.
Kapolres pastikan situasi kondusif, tidak ada korban. Polisi Dalami Kasus hingga gelar perkara rampung.
Aparat Kepolisian Resor Tasikmalaya Kota masih terus mendalami Ledakan Dadaha yang terjadi di kawasan Dadaha, Kota Tasikmalaya, Sabtu malam (11/7/2026). Hingga Minggu penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
Peristiwa yang awalnya dipicu perselisihan antar Pedagang Kaki Lima PKL itu berubah menjadi perhatian serius setelah terdengar ledakan yang diduga berasal dari boks KWh listrik pada salah satu tiang lampu taman.
Menyikapi kejadian tersebut, Polisi Dalami Kasus dengan berkoordinasi bersama Tim Penjinak Bom Jibom Gegana Brimob Polda Jawa Barat guna melakukan sterilisasi dan pemeriksaan di lokasi.
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto mengatakan pihaknya menerima laporan dari UPTD Dadaha sekitar pukul 23.00 WIB. Tak lama berselang, personel kepolisian bersama Tim Gegana langsung menuju lokasi untuk mengamankan area dan melakukan olah tempat kejadian perkara TKP.
“Sejak tadi malam kami langsung melakukan tindakan pertama di TKP, olah TKP bersama rekan-rekan dari Gegana karena berkaitan dengan adanya ledakan. Sampai saat ini penyelidikan masih terus berlangsung dan hasilnya nanti akan kami sampaikan,” ujar Andi kepada wartawan, Minggu 12/7/2026.
Dalam perkembangan penyelidikan, Polisi Dalami Kasus dengan mengamankan tiga orang untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan dilakukan guna mengungkap rangkaian peristiwa sekaligus mengetahui keterkaitan para pihak dengan insiden Ledakan Dadaha.
“Untuk sementara, terakhir tadi pagi kami mengamankan tiga orang untuk dimintai keterangan terkait seputaran peristiwa yang sudah terjadi,” katanya.
Terkait penggeledahan salah satu rumah yang diduga memiliki kaitan dengan kasus tersebut, Kapolres menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan hasil penyelidikan. Seluruh fakta yang ditemukan masih akan didalami melalui proses penyidikan dan gelar perkara.
“Nanti hasil penyelidikan berdasarkan keterangan yang bersangkutan akan kami kolaborasikan dan kami gelarkan,” ujarnya.
Meski sempat menggegerkan warga, polisi memastikan hingga saat ini tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat Ledakan Dadaha. Situasi di sekitar lokasi juga telah kembali kondusif.
“Alhamdulillah sampai saat ini situasi masih kondusif dan korban tidak ada,” tegas Andi.
Kapolres mengimbau masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ledakan terjadi di area taman Dadaha dan diduga berasal dari boks KWh listrik yang terpasang pada tiang lampu. Seusai kejadian, aparat memasang garis polisi dan mensterilkan lokasi.
Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, kawasan Dadaha sempat ditutup sementara saat tim kepolisian bersama personel Densus 88 melakukan olah TKP lanjutan. Pukul 17.00 WIB garis polisi dibuka dan aktivitas masyarakat kembali normal.
Hingga berita ini diturunkan, Polisi Dalami Kasus Ledakan Dadaha dan seluruh hasil penyelidikan akan disampaikan setelah proses penyidikan selesai serta didukung alat bukti memadai.




