KARAWANG – Manajemen KCP Mall Karawang terus berinovasi menghadirkan berbagai kegiatan, kolaborasi komunitas, dan penyegaran tenant untuk meningkatkan jumlah pengunjung di tengah lesunya daya beli masyarakat. Strategi KCP Mall Karawang hadapi daya beli lesu ini menjadi fokus utama manajemen dalam menjaga keberlanjutan pusat perbelanjaan di tengah tekanan ekonomi global.
Building Manager KCP Mall Karawang, Rizki Setiawan, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan event menjadi ujung tombak untuk menarik trafik pengunjung. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung, strategi KCP Mall Karawang hadapi daya beli lesu diharapkan mampu mendorong aktivitas belanja di tenant-tenant yang ada.
“Tujuannya mendatangkan pengunjung sebanyak-banyaknya. Dengan trafik yang ramai, mereka tidak hanya menyaksikan acara, tetapi juga makan, minum, dan berbelanja di tenant KCP Mall,” ujarnya dalam konferensi pers di mal setempat, Rabu (15/7).
Langkah ini menjadi respons atas kondisi ekonomi global yang masih berat. Inflasi tinggi, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga dampak konflik geopolitik ikut memengaruhi daya beli masyarakat dan industri ritel. Strategi KCP Mall Karawang hadapi daya beli lesu pun dirancang untuk mengonversi penurunan daya beli menjadi peluang melalui peningkatan kuantitas pengunjung.
“Beberapa tenant mengakui mengalami penurunan transaksi, namun tidak signifikan. Kami berupaya meningkatkan kuantitas pengunjung agar bisa mengonversi penurunan daya beli tersebut,” jelas Rizki.
Selain event, KCP Mall juga melakukan revitalisasi konsep dengan menghadirkan tenant-tenant baru sesuai kebutuhan masyarakat Karawang. Strategi KCP Mall Karawang hadapi daya beli lesu tidak hanya soal omzet, tetapi juga menyesuaikan dengan tren dan hasil survei kepuasan pengunjung.
“Kami menghadirkan tenant sesuai hasil customer satisfaction. Harapannya tenant yang hadir bisa tumbuh dan berkembang karena itulah yang diharapkan masyarakat,” ungkapnya.
Manajemen menegaskan kegiatan yang digelar tidak hanya menyasar warga Karawang, tetapi juga menarik peserta dari luar daerah. Kolaborasi dengan tenant, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan pusat perbelanjaan.
“Hari ini mengandalkan tenant saja sudah tidak bisa. Kolaborasi dengan masyarakat dan komunitas itulah yang bisa menjadi keberlanjutan bagi pusat perbelanjaan,” tegasnya.
KCP Mall mengusung konsep ruang kreatif yang terbuka bagi berbagai kalangan. Mal tersebut ingin menjadi wadah bagi komunitas, penyelenggara kegiatan, pameran, hingga aktivitas sosial masyarakat.
“KCP Mall bukan hanya pusat perbelanjaan, tetapi juga ruang kreatif, ruang komunitas, dan ruang interaksi bagi seluruh masyarakat Karawang. Kami terbuka bekerja sama dengan seluruh pihak,” pungkas Rizki




