Hukrim

Guru Malaysia Intip Rahasia Lesson Study di Sumedang

×

Guru Malaysia Intip Rahasia Lesson Study di Sumedang

Sebarkan artikel ini
Sumedang
Sumedang jadi rujukan internasional! Delegasi guru Malaysia pelajari praktik Lesson Study.

SUMEDANG – Kabupaten Sumedang kembali menorehkan prestasi di kancah pendidikan internasional dengan menjadi tuan rumah bagi delegasi Association of Lesson Study (MYALS) dari Malaysia. Kunjungan ini berlangsung di Pendopo Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Selasa (28/7/2026), dan diterima langsung oleh Wakil Bupati M. Fajar Aldila. Para kepala sekolah dan guru dari negeri Jiran tersebut hadir untuk mempelajari secara langsung praktik Lesson Study, sebuah model pembelajaran kolaboratif antar-guru yang terbukti efektif meningkatkan mutu pengajaran. Kedatangan mereka menegaskan bahwa implementasi lesson study di sumedang telah diakui sebagai best practice yang layak diadopsi oleh negara tetangga dalam upaya reformasi pendidikan berbasis kelas.

Wabup Fajar Aldila menyambut hangat kehadiran para pendidik Malaysia sebagai bukti bahwa pendidikan adalah ruang terbuka untuk saling belajar. “Setiap daerah memiliki pengalaman yang dapat dibagikan, sekaligus memiliki banyak hal yang dapat dipelajari dari daerah maupun negara lain,” ujarnya. Ia menekankan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak bisa dilakukan secara individual, melainkan memerlukan budaya belajar bersama. Melalui pendekatan Lesson Study Learning Community (LSLC), para pendidik di Sumedang didorong untuk membangun komunitas profesional yang terus-menerus merefleksikan dan memperbaiki proses pembelajaran. Sinergi ini menjadi kunci utama keberhasilan implementasi lesson study di sumedang dalam menciptakan ekosistem sekolah yang dinamis dan responsif terhadap kebutuhan siswa.

Presiden Asosiasi Lesson Study Indonesia, Arif Hidayat, menjelaskan bahwa tujuan utama kunjungan ini adalah memperkuat kolaborasi bilateral dalam peningkatan kompetensi guru. “Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dengan melihat bagaimana guru di Sumedang mengambil keputusan dalam proses pembelajaran,” kata Arif. Delegasi MYALS juga tertarik mempelajari peran pemerintah daerah dalam mendukung kepemimpinan kepala sekolah. Dengan memahami mekanisme pengambilan keputusan instruksional di lapangan, para tamu diharapkan dapat membawa pulang strategi baru. Hal ini menunjukkan bahwa implementasi lesson study di sumedang tidak hanya berfokus pada teknik mengajar, tetapi juga pada aspek manajerial dan dukungan kebijakan yang holistik.

Melalui penguatan kompetensi guru dan kepala sekolah, daya saing sekolah di kedua negara diharapkan semakin meningkat. Kunjungan ini menjadi titik awal kolaborasi jangka panjang untuk berbagi sumber daya dan inovasi pedagogis. Dengan adopsi metode yang teruji, implementasi lesson study di sumedang terus berkembang menjadi model referensi nasional maupun internasional, membuktikan bahwa investasi pada pengembangan profesi guru adalah jalan tercepat menuju kualitas pendidikan yang unggul, merata, dan bermartabat bagi generasi masa depan.