SOREANG – Kepala Staf Kepresidenan RI, Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, bersama Plt. Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PUPR, Kuswara, memimpin langsung pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 di Soreang, Rabu (5/8/2026). Kehadiran dua tokoh kunci ini menegaskan bahwa program prioritas nasional tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan mandat politik tertinggi untuk menjamin hak pendidikan anak Indonesia. Kaspres Dudung menekankan bahwa kemiskinan tidak boleh menjadi penghalang cita-cita, sementara PUPR memastikan fondasi fisiknya terbangun kokoh sebagai wujud kehadiran negara yang nyata dan terukur di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Kaspres Dudung menyampaikan pesan emosional yang menyentuh hati para siswa baru. Ia berbagi kisah masa kecilnya yang tumbuh dalam keterbatasan ekonomi namun mampu meraih prestasi hingga mengemban amanah strategis di istana negara. “Jangan pernah ragu terhadap masa depan. Yang menentukan bukan dari mana kita berasal, tetapi bagaimana kita memanfaatkan kesempatan,” ujar Dudung. Pesan ini selaras dengan filosofi Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto, yaitu menciptakan ruang aman bagi generasi muda untuk membentuk karakter dan kompetensi tanpa beban biaya, sekaligus menjadi investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045 yang inklusif dan berkeadilan sosial.
Dari sisi teknis pembangunan, Plt. Dirjen Prasarana Strategis PUPR, Kuswara, memaparkan capaian progresif yang membanggakan. Ia melaporkan bahwa dari target 104 lokasi nasional, sebanyak 94 unit telah siap MPLS dengan lebih dari 21.600 siswa terdaftar. Khusus untuk Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Bandung, PUPR telah menyelesaikan konstruksi senilai Rp260 miliar di atas lahan 6,5 hektare. Fasilitas seluas 26.700 meter persegi ini mencakup gedung kelas, asrama siswa, rumah susun guru, hingga sarana olahraga lengkap. Kuswara menegaskan bahwa kecepatan penyelesaian proyek ini adalah hasil kolaborasi efektif antar-kementerian dan pemerintah daerah yang patut diapresiasi sebagai standar baru pelayanan publik.
Sinergi antara visi kepemimpinan Kaspres Dudung dan eksekusi teknis PUPR menjadi jaminan keberlanjutan program Sekolah Rakyat. Meskipun Sekjen Kemensos Robben Rico masih mencatat tantangan seperti kebutuhan tenaga pendidik dan akses transportasi, komitmen kedua pihak untuk terus berkoordinasi memberikan optimisme tinggi. Dengan dukungan penuh Pemkab Bandung dan seluruh pemangku kepentingan, fasilitas megah ini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai simbol harapan baru. Generasi muda kini memiliki panggung yang layak untuk bermimpi besar, didukung oleh infrastruktur berkualitas dan pemimpin yang peduli pada nasib mereka.








