Daerah

Kekeringan Bandung Barat Berdampak ke 25.830 Warga, 148 Ribu Liter Air Disalurkan

×

Kekeringan Bandung Barat Berdampak ke 25.830 Warga, 148 Ribu Liter Air Disalurkan

Sebarkan artikel ini
Warga terdampak kekeringan Bandung Barat menerima distribusi air bersih
Distribusi air bersih dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak kekeringan di Kabupaten Bandung Barat.

BANDUNG BARAT – Kekeringan mulai berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih di Kabupaten Bandung Barat. Sedikitnya 25.830 jiwa atau 7.980 kepala keluarga (KK) terdampak, sementara sekitar 148 ribu liter air bersih telah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.

Data tersebut disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berdasarkan pendataan sementara Direktorat Pengendalian Operasi BNPB.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan distribusi air bersih dilakukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat sebagai langkah penanganan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

“BPBD setempat telah mendistribusikan sekitar 148.000 liter air bersih guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak kekeringan,” ujar Abdul dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).

Kekeringan dipicu minimnya curah hujan dalam periode yang cukup panjang. Kondisi tersebut membuat debit sejumlah sumber air yang selama ini menjadi tumpuan warga terus menurun.

BNPB mencatat dampak kekeringan mulai dirasakan masyarakat secara signifikan sejak Selasa, 28 Juli 2026. Seiring menurunnya debit sumber air, warga mulai mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari.

Dengan jumlah terdampak mencapai 25.830 jiwa, persoalan kekeringan di Bandung Barat kini tidak lagi sebatas masalah lingkungan. Krisis tersebut telah menyentuh kebutuhan dasar masyarakat terhadap akses air bersih.

148 Ribu Liter Air Sudah Disalurkan

Distribusi air bersih menjadi langkah cepat pemerintah untuk mengatasi kebutuhan warga yang terdampak. Hingga saat ini, sekitar 148 ribu liter air telah disalurkan ke wilayah yang mengalami kekurangan pasokan.

BNPB memastikan pendampingan terhadap pemerintah daerah akan terus dilakukan untuk menangani dampak kekeringan.

Langkah tersebut dinilai penting karena kondisi kemarau masih berpotensi berlangsung dan dapat meningkatkan tekanan terhadap ketersediaan sumber air apabila tidak segera diantisipasi.

Kondisi kekeringan juga disebut semakin berat akibat pengaruh fenomena El Nino.

Namun, distribusi air bersih dinilai belum cukup sebagai solusi jangka panjang. Pemerintah daerah perlu memperkuat mitigasi dengan memetakan wilayah yang rawan mengalami krisis air, menyiapkan cadangan air, serta memperkuat sumber-sumber air masyarakat.

Upaya tersebut penting agar penanganan tidak selalu bersifat reaktif ketika sumber air warga mulai mengering.

Dengan puluhan ribu warga terdampak, kekeringan di Bandung Barat menjadi peringatan bahwa persoalan ketersediaan air perlu ditangani secara lebih terencana dan berkelanjutan, terutama menghadapi periode kemarau yang berpotensi memperpanjang krisis air bersih.

Catatan redaksi: Dalam bahan awal terdapat tanggal keterangan BNPB tertulis 9/8/2025, sementara seluruh konteks kejadian menunjukkan tahun 2026. Saya sesuaikan menjadi 9/8/2026 agar konsisten dengan tanggal dampak yang disebut mulai 28 Juli 2026. Jika sumber asli BNPB memang tertanggal 2025, tanggal tersebut sebaiknya dikoreksi kembali sebelum publikasi.