Politik dan Pemerintahan

TKD Bandung Berkurang Rp1 Triliun, Insentif Guru Ngaji Tetap Jalan

×

TKD Bandung Berkurang Rp1 Triliun, Insentif Guru Ngaji Tetap Jalan

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Dome Bale Rame Soreang, Kabupaten Bandung.
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Dome Bale Rame Soreang, Kabupaten Bandung.

BANDUNG — Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan komitmennya mempertahankan program insentif bagi guru ngaji meski Transfer ke Daerah (TKD) Kabupaten Bandung mengalami pengurangan hingga Rp1 triliun.

Pernyataan tersebut disampaikan Dadang dalam Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dan Tasyakur HUT ke-81 RI tingkat Kabupaten Bandung di Dome Bale Rame Soreang, Selasa (25/8/2026).

Bupati yang akrab disapa KDS itu mengatakan, pengurangan TKD membuat pemerintah daerah harus semakin cermat mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, kondisi tersebut tidak membuat Pemkab Bandung menghentikan program yang dinilai penting bagi masyarakat.

“Walaupun TKD kita kurang Rp1 triliun, tapi insentif guru ngaji Rp109 miliar tetap dilanjutkan. Ini sebagai bukti kepedulian Bupati Bandung terhadap para guru ngaji di Kabupaten Bandung,” ungkap KDS.

Menurutnya, guru ngaji memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, KDS menitipkan pesan agar para guru ngaji terus memberikan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan, tetapi juga pembentukan akhlak.

“Dengan harapan pertumbuhan anak-anak kita bisa meraih kecerdasan dibarengi dengan akhlak yang baik karena tanpa agama tak akan menjadi orang berakhlak,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, KDS juga mengajak masyarakat Kabupaten Bandung meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW. Ia bersyukur mayoritas masyarakat Kabupaten Bandung beragama Islam serta mengapresiasi kondisi keamanan daerah yang hingga kini dinilainya tetap terkendali.

“Semua masyarakat Kabupaten Bandung kompak untuk mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih Bedas,” ujar KDS.

Ia menegaskan, berbagai capaian pembangunan Kabupaten Bandung bukan semata-mata keberhasilan kepala daerah, melainkan hasil kerja bersama seluruh masyarakat.

Di sisi lain, KDS menyoroti dugaan masih adanya Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bandung yang terjebak judi online.

Ia meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) segera mengambil langkah untuk mencegah ASN terjerumus lebih jauh dalam praktik tersebut.

“BKPSDM Kabupaten Bandung harus segera melakukan langkah-langkah. Ke depan, tidak ada lagi ASN yang terjebak judi online,” tegasnya.

KDS mengingatkan para ASN bahwa judi online bukan jalan untuk mendapatkan kekayaan.

“Jadi tak ada kata judi. Jangan mimpi bakal kaya melalui judi online,” tandasnya.

Ia juga menegaskan ASN yang terbukti atau diduga terlibat judi online akan mendapatkan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Menutup sambutannya, KDS meminta dukungan dan doa masyarakat agar dirinya tetap istiqamah dan amanah dalam menjalankan kepemimpinan.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat terus menjaga kebersamaan untuk mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih Bedas.