TASIKMALAYA – Muhamad Abdul Karim memantapkan langkah maju sebagai calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Tasikmalaya periode 2026–2031.
Karim membawa gagasan membangun ekosistem dunia usaha yang lebih terkoneksi, adaptif, dan mampu mendorong pelaku usaha lokal naik kelas.
Menurut Karim, KADIN tidak cukup hanya menjadi wadah organisasi pengusaha. KADIN harus hadir sebagai rumah besar dunia usaha yang mampu mempertemukan pengusaha dengan pemerintah, investor, lembaga keuangan, perguruan tinggi, hingga berbagai pemangku kepentingan.
“Menurut saya, tantangan dunia usaha hari ini sudah berbeda. Persaingan tidak hanya terjadi antarpelaku usaha di Tasikmalaya, tetapi sudah masuk pada persaingan regional, nasional bahkan global. Karena itu, KADIN harus mampu menjadi organisasi yang benar-benar hadir memberikan manfaat dan membuka akses bagi dunia usaha,” kata Karim dalam siaran persnya, Rabu (2/9/2026).
Karim menilai dunia usaha Kota Tasikmalaya saat ini berada dalam fase yang menghadirkan tantangan sekaligus peluang. Perubahan perilaku konsumen, percepatan digitalisasi, akses pembiayaan, perluasan pasar hingga ketidakpastian ekonomi global menuntut pelaku usaha bergerak lebih cepat dan adaptif.
Ia menilai berbagai tantangan tersebut tidak dapat lagi dihadapi dengan pola business as usual. Kolaborasi dan konektivitas antarpemangku kepentingan diperlukan agar berbagai potensi ekonomi daerah dapat berkembang secara bersama.
Menurut Karim, Tasikmalaya sebenarnya memiliki modal ekonomi yang cukup kuat. Selain ditopang usaha mikro dan kecil, daerah ini memiliki pelaku ekonomi kreatif, produk lokal, sumber daya manusia serta pengusaha yang telah membangun jaringan bisnis hingga luar daerah.
Namun, berbagai potensi tersebut dinilai masih perlu dikonsolidasikan.
“Kita punya banyak pengusaha hebat. Kita punya produk, kreativitas dan sumber daya manusia. Persoalannya bagaimana semua potensi itu dikoneksikan. Di sinilah saya melihat KADIN harus mengambil peran,” ujarnya.
Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Lebih Luas
Salah satu agenda yang menjadi perhatian Karim adalah memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal.
Ia ingin produk-produk Tasikmalaya tidak hanya mampu bertahan di pasar lokal, tetapi juga memiliki daya saing di tingkat regional, nasional hingga internasional.
“Jangan sampai kita hanya menjadi pasar. Kita harus mampu menjadi pemain. Produk-produk Tasikmalaya harus semakin kuat, usaha mikro dan kecil harus naik kelas, pengusaha muda harus mendapatkan ruang, dan jejaring bisnis harus diperluas,” katanya.
Karim juga menempatkan transformasi digital sebagai bagian penting dari strategi pengembangan dunia usaha.
Menurutnya, digitalisasi tidak boleh berhenti pada aktivitas promosi. Teknologi harus dimanfaatkan untuk memperluas akses konsumen, meningkatkan efisiensi operasional sekaligus membuka pasar baru.
Selain pasar, akses pembiayaan dan investasi juga menjadi perhatian. Pelaku usaha membutuhkan sumber pembiayaan yang lebih mudah, sedangkan investor memerlukan informasi dan ekosistem yang jelas mengenai potensi ekonomi daerah.
Dalam konteks tersebut, Karim melihat KADIN memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara dunia usaha dan pemerintah.
Komunikasi kedua pihak, kata dia, perlu dibangun secara terbuka dan berkelanjutan sehingga kebijakan pemerintah dapat lebih responsif terhadap persoalan yang dihadapi pelaku usaha.
Sebaliknya, dunia usaha juga harus mampu menyampaikan masukan kepada pemerintah berdasarkan data dan kondisi nyata di lapangan.
“Peran KADIN bukan hanya membuat kegiatan atau forum. Yang lebih penting adalah bagaimana aspirasi dunia usaha bisa dikonsolidasikan dan diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan yang konkret,” tuturnya.
Enam Agenda KADIN
Karim menyebut sedikitnya enam agenda yang perlu menjadi perhatian KADIN Kota Tasikmalaya selama lima tahun mendatang.
Pertama, memperkuat usaha mikro dan kecil agar tidak sekadar bertahan, tetapi mampu naik kelas.
Kedua, mempercepat transformasi digital agar pelaku usaha lokal dapat menjangkau pasar dan konsumen yang lebih luas.
Ketiga, membuka akses pasar baru melalui penguatan jejaring bisnis antardaerah, nasional hingga internasional.
Keempat, memperluas akses pembiayaan dan investasi bagi dunia usaha.
Kelima, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, terutama generasi muda yang mulai memasuki dunia kewirausahaan.
Keenam, memperkuat kemitraan antara pengusaha besar, menengah, kecil dan mikro dengan pemerintah, lembaga keuangan, perguruan tinggi serta pemangku kepentingan lainnya.
“Kalau kita bicara pertumbuhan ekonomi, tidak bisa hanya mengandalkan satu atau dua sektor. Semua harus bergerak dan saling terhubung. KADIN harus mampu membangun ekosistem itu,” tegas Karim.
Ia juga menilai momentum Sensus Ekonomi 2026 menjadi pengingat pentingnya ketersediaan data yang akurat. Data tersebut diperlukan untuk membaca kondisi dunia usaha sekaligus menentukan prioritas program dan kebijakan secara lebih tepat.
Bukan Sekadar Kontestasi Kepemimpinan
Karim menegaskan pencalonannya bukan semata-mata berkaitan dengan pergantian kepemimpinan organisasi.
Ia berharap proses pemilihan Ketua KADIN Kota Tasikmalaya dapat menjadi ruang bagi para pengusaha untuk membahas arah organisasi sekaligus menentukan agenda dunia usaha selama lima tahun ke depan.
“Yang harus kita bicarakan bukan hanya siapa yang menjadi ketua. Yang lebih penting adalah apa yang akan kita kerjakan selama lima tahun ke depan dan apa manfaatnya bagi dunia usaha Tasikmalaya,” ujarnya.
Karim ingin KADIN ke depan menjadi organisasi yang lebih terbuka, kolaboratif, adaptif dan berorientasi pada hasil.
Ia membayangkan KADIN sebagai rumah besar yang mempertemukan berbagai kekuatan ekonomi, mulai pengusaha, pemerintah, investor, lembaga keuangan, akademisi, komunitas hingga pelaku ekonomi kreatif.
“Kita ingin KADIN menjadi rumah besar dunia usaha Tasikmalaya. Rumah yang mempertemukan pengusaha, pemerintah, investor, lembaga keuangan, akademisi dan berbagai stakeholder. Kalau kita bisa bersinergi secara konsisten selama lima tahun, saya yakin Tasikmalaya memiliki peluang besar untuk naik kelas,” paparnya.
Karim berharap kontestasi pemilihan Ketua KADIN Kota Tasikmalaya tidak berhenti pada persoalan siapa yang akan memimpin organisasi. Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah gagasan dan agenda konkret untuk menjawab tantangan dunia usaha.
“Yang harus kita pertarungkan bukan hanya siapa ketuanya, tetapi gagasan apa yang akan kita bawa untuk lima tahun ke depan,” katanya.
Ia meyakini Kota Tasikmalaya memiliki potensi besar untuk berkembang apabila seluruh kekuatan ekonomi daerah dapat dikonsolidasikan dan dihubungkan dalam satu ekosistem.
“Saya maju karena ingin ikut mengambil bagian dalam menjawab tantangan tersebut,” pungkas Karim.






