Peristiwa

Baznas: ASN Sumedang Wajib Punya 5 Karakter Ini!

×

Baznas: ASN Sumedang Wajib Punya 5 Karakter Ini!

Sebarkan artikel ini
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid memberikan tausyiah pada Pengajian Rutin dan Doa Bersama ASN Kabupaten Sumedang di Gedung Negara Sumedang, Kamis (1/10/2026) malam
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid memberikan tausyiah pada Pengajian Rutin dan Doa Bersama ASN Kabupaten Sumedang di Gedung Negara Sumedang, Kamis (1/10/2026) malam

SUMEDANG – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Sodik Mudjahid, menawarkan solusi berbeda dalam menghadapi derasnya arus digitalisasi di lingkungan pemerintahan. Alih-alih hanya menekankan kompetensi teknis, ia menegaskan bahwa aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Sumedang harus memiliki benteng spiritualitas birokrasi yang kuat.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan tausyiah pada Pengajian Rutin dan Doa Bersama ASN Kabupaten Sumedang di Gedung Negara Sumedang, Kamis (1/10/2026) malam. Sodik menyoroti fenomena “banjir kemaksiatan” yang kini mudah masuk ke ruang privat keluarga melalui gawai dan video digital.

“Yang terjadi sekarang adalah banjir kemaksiatan masuk ke kamar anak-anak kita lewat video,” ujar Sodik, memberikan peringatan keras terhadap dampak negatif teknologi jika tidak diimbangi dengan ketahanan iman.

Dalam pandangannya, ketenangan jiwa adalah kunci utama produktivitas kerja. Ia mengutip ajaran Al-Qur’an bahwa hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram. Sodik menilai, ASN yang memiliki jiwa resah akan sulit melahirkan inovasi, sebaliknya, jiwa yang tenang akan mendorong kinerja yang lebih efektif.

Untuk itu, ia merumuskan lima karakter utama yang harus diinternalisasi ASN, yang ia sebut sebagai as-shabirin (sabar dan tahan uji), as-shadiqin (jujur dan amanah), al-qanithin (taat aturan), al-munfiqin (peduli dan memudahkan urusan masyarakat), serta al-mustaghfirin (mau introspeksi dan mengakui kesalahan).

Sodik menekankan bahwa karakter as-shadiqin dan al-munfiqin sangat krusial dalam reformasi birokrasi. Ia mengingatkan agar ASN tidak berdusta, tidak mengingkari janji, dan tidak mempersulit urusan masyarakat. “Barang siapa memudahkan urusan orang lain, Allah akan mudahkan urusannya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan para pejabat agar tidak merasa paling benar karena jabatan. Menurutnya, semakin tinggi jabatan, semakin besar pula pertanggungjawaban di hadapan Tuhan. Sinergi antara kompetensi dan ketakwaan, sebutnya, adalah dua senjata utama untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas dan mengurangi kemiskinan.

“Kompetensi harus dipadukan dengan ketakwaan. Inilah dua senjata kita,” pungkasnya.