Edukasi

Sambutan Serah Terima Pengantin Sesuai Syariat Islam

×

Sambutan Serah Terima Pengantin Sesuai Syariat Islam

Sebarkan artikel ini
Perwakilan Keluarga Pengantin saat menyampaikan sambutan Seserahan pengantin
Perwakilan Keluarga Pengantin saat menyampaikan sambutan S

BANDUNG – Seserahan adalah tradisi yang lazim dilakukan sebelum akad nikah. Dalam Islam, seserahan bukan sekadar hantaran barang, melainkan simbol keseriusan, tanggung jawab, dan kesiapan seorang calon suami untuk menikah. Karena itu, sambutan dalam acara serah terima seserahan sebaiknya disampaikan dengan adab, doa, dan bahasa yang santun.

Berikut contoh teks sambutan seserahan pengantin sesuai syariat Islam, mulai dari pihak laki-laki hingga pihak perempuan.

1. Sambutan dari Pihak Calon Suami

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah melimpahkan nikmat iman, Islam, dan kesehatan kepada kita semua. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Yang kami hormati Bapak/Ibu [nama orang tua calon pengantin perempuan] beserta keluarga besar. Yang kami hormati para sesepuh, tokoh agama, serta hadirin yang berbahagia.

Pada hari yang penuh berkah ini, kami datang dengan niat yang baik dan hati yang lapang. Kedatangan kami adalah untuk menyampaikan seserahan sebagai tanda keseriusan dan kesiapan putra kami, [nama calon pengantin laki-laki], untuk meminang dan menikahi putri Bapak/Ibu, [nama calon pengantin perempuan].

Seserahan ini bukanlah penentu nilai seseorang, melainkan simbol tanggung jawab dan kesungguhan hati. Kami menyadari, apa yang kami bawa tidak sebanding dengan kemuliaan yang ada pada putri Bapak/Ibu. Namun, kami berharap Bapak/Ibu dapat menerima niat baik ini dengan lapang dada.

Kami memohon izin dan restu agar proses menuju akad nikah dapat berjalan lancar, diberkahi Allah, dan menjadi awal keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

2. Sambutan Penerimaan dari Pihak Calon Istri

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah yang telah mempertemukan kita dalam majelis yang baik ini. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, teladan terbaik bagi umat manusia.

Yang kami hormati Bapak/Ibu [nama orang tua calon pengantin laki-laki] beserta keluarga. Yang kami hormati para sesepuh, tokoh agama, serta seluruh hadirin yang kami muliakan.

Dengan mengucap syukur kepada Allah, kami menyambut baik kedatangan Bapak/Ibu beserta keluarga. Kami menerima seserahan ini bukan karena nilainya, tetapi karena niat baik dan tanggung jawab yang ada di baliknya.

Kami memohon kepada Allah agar niat baik ini menjadi awal yang berkah. Semoga [nama calon pengantin laki-laki] dan [nama calon pengantin perempuan] dapat menyatukan hati dalam ikatan pernikahan yang diridhai Allah, dipenuhi kasih sayang, saling menghormati, dan saling menguatkan dalam iman.

Kami juga memohon doa dari seluruh hadirin agar proses menuju akad nikah diberi kelancaran dan keberkahan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

3. Doa Penutup

Setelah sambutan, dianjurkan membaca doa bersama, seperti:

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ، وَبَارَكَ عَلَيْكَ، وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

Barakallahu laka, wa baraka ‘alaika, wa jama’a bainakuma fi khair.

“Semoga Allah memberkahi engkau, dan memberkahi atasmu, dan menyatukan kalian berdua dalam kebaikan.” (HR. Abu Dawud)

Catatan Penting

1. Niatkan seserahan sebagai ibadah dan simbol tanggung jawab, bukan ajang pamer.
2. Hindari pemborosan (tabzir) dan berlebihan dalam jumlah maupun bentuk seserahan.
3. Utamakan barang yang bermanfaat untuk kehidupan rumah tangga ke depan.
4. Jaga adab pergaulan antara kedua keluarga. Seserahan bukan ajang bertemu calon pasangan secara bebas.
5. Libatkan tokoh agama atau sesepuh untuk memberikan doa dan nasihat.

Seserahan bukan sekadar tradisi. Ia adalah pintu awal menuju pernikahan yang diberkahi. Maka sampaikan dengan bahasa yang baik, niat yang lurus, dan doa yang tulus.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber: HR. Abu Dawud; Adab Pernikahan dalam Islam.