Hukrim

Polisi Bubarkan Remaja Miras, Sandal Beda Jadi Sorotan

×

Polisi Bubarkan Remaja Miras, Sandal Beda Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Tim Maung Galunggung Polres Tasikmalaya Kota bersama personel gabungan saat patroli cipta kondisi membubarkan remaja diduga miras di Tasikmalaya.
Tim Maung Galunggung Polres Tasikmalaya Kota bersama personel gabungan saat patroli cipta kondisi membubarkan remaja diduga miras di Tasikmalaya.

TASIKMALAYA—Sandal berbeda sebelah yang dikenakan seorang remaja menjadi pemandangan mencolok saat Tim Maung Galunggung Polres Tasikmalaya Kota membubarkan kerumunan remaja diduga mengonsumsi minuman keras. Peristiwa itu terjadi dalam patroli cipta kondisi bersama Pamapta 1 serta personel gabungan fungsi Reskrim, Intelkam, dan Provos hingga Minggu (1/11/2026) dini hari.

Patroli menyisir ruas jalan protokol pusat Kota Tasikmalaya hingga kawasan permukiman warga sebagai respons atas laporan masyarakat yang resah. Personel mendatangi sejumlah titik rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat untuk mengantisipasi potensi gangguan sejak dini.

Di Kecamatan Tawang, petugas mendapati dan membubarkan sekelompok remaja yang diduga tengah mengonsumsi minuman keras. Temuan serupa kembali dijumpai di Kecamatan Cipedes, tempat petugas mendapati sepasang remaja dan satu botol minuman keras merek Kuda Mas.

Saat dimintai keterangan, keduanya mengaku mengonsumsi minuman keras untuk merayakan ulang tahun sang pacar. Petugas kemudian melanjutkan patroli ke kawasan Jalan HZ Mustofa dan kembali membubarkan sejumlah remaja yang diduga berada di bawah pengaruh minuman keras.

Salah seorang remaja di lokasi itu terlihat mengenakan sandal berbeda sebelah, kondisi yang oleh petugas digambarkan sebagai gambaran potensi gangguan konsentrasi, keseimbangan, dan pengendalian diri akibat alkohol. Rangkaian patroli itu menjadi bagian komitmen kepolisian mencegah gangguan kamtibmas sejak dini sekaligus memberi rasa aman bagi warga yang beraktivitas maupun beristirahat.

Dalam penyisiran itu, petugas juga mengedepankan pendekatan persuasif kepada para remaja agar tidak mengulangi aktivitas serupa. Petugas mengingatkan bahwa berkumpul hingga larut malam di ruang publik berpotensi memicu gesekan antarkelompok maupun risiko keselamatan.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andik Eko Siswanto melalui Pamapta 1 Polres Tasikmalaya Kota Ipda Jonih Jonansa menegaskan patroli gabungan merupakan bentuk kehadiran dan tanggung jawab kepolisian dalam memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan. “Setiap informasi maupun laporan yang disampaikan masyarakat tentu menjadi perhatian kami,” ujar Jonih kepada wartawan, Minggu dini hari.

Ia menjelaskan patroli tidak semata-mata berorientasi pada penindakan, tetapi juga mengedepankan pencegahan, edukasi, dan pendekatan persuasif. Menurutnya, generasi muda perlu mendapatkan perhatian dan pembinaan agar tidak terjerumus dalam perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Kami tidak ingin aktivitas yang awalnya hanya sekadar berkumpul justru berkembang menjadi tindakan yang membahayakan diri sendiri ataupun mengganggu ketenteraman warga,” tegasnya. Ia menegaskan minuman keras bukanlah simbol kedewasaan ataupun solusi untuk menyelesaikan persoalan karena dapat menurunkan kesadaran dan memicu perilaku berisiko.

Jonih juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam membimbing dan mengawasi aktivitas anak, terutama pada malam hingga dini hari. “Mari bangun komunikasi yang baik, berikan pemahaman, serta arahkan mereka pada kegiatan yang bermanfaat,” pesannya.

Melalui patroli rutin yang disertai pendekatan humanis dan edukatif, Polres Tasikmalaya Kota berharap potensi gangguan keamanan dapat dicegah sedini mungkin. “Kami hadir bukan hanya untuk melakukan penindakan, tetapi lebih dari itu, untuk mencegah, melindungi, dan memberikan edukasi,” pungkasnya.