Di tengah kegaduhan politik dan tantangan kualitas sumber daya manusia, Kota Tasikmalaya justru mengirim pesan kuat: generasi muda harus disiapkan sejak dini untuk tampil di forum dunia. Hal itu ditandai dengan pelepasan Nazlea Numa, siswi kelas IX SMP Persis Gandok, yang akan mewakili Tasikmalaya dalam Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) ke-20 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Pelepasan dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Asep Goparuloh, dalam apel pagi di halaman Balekota Tasikmalaya, Senin (12/1/2026). Kehadiran pejabat daerah dalam momen ini bukan seremoni kosong, melainkan sinyal politik bahwa pembangunan SDM unggul tidak boleh sekadar jargon.
Pemda Ambil Sikap: Prestasi Bukan Kebetulan
Asep Goparuloh menegaskan, keberangkatan Nazlea bukan hanya prestasi personal, melainkan representasi wajah Kota Tasikmalaya di forum dunia. Karena itu, dukungan pemerintah daerah menjadi keharusan, bukan pilihan.
“Ini bukan perjalanan biasa. Ini amanah membawa nama sekolah, kota, dan Indonesia di forum dunia. Negara harus hadir ketika anak-anaknya berprestasi,” tegas Asep.
Menurutnya, AYIMUN bukan ajang seremonial, melainkan ruang pembentukan karakter pemimpin masa depan. Di forum simulasi Perserikatan Bangsa-Bangsa itu, peserta dilatih berpikir strategis, berdebat dengan data, memahami geopolitik, hingga merumuskan solusi atas persoalan global.
Diplomasi Global Dimulai dari Bangku Sekolah
Asep menilai, kemampuan diplomasi, komunikasi lintas budaya, dan kepemimpinan di forum dunia harus dipupuk sejak usia sekolah. Jika tidak, Indonesia akan terus tertinggal dalam kompetisi global yang semakin keras.
“Forum seperti AYIMUN melatih anak-anak kita berpikir kritis, menghargai perbedaan, dan mencari solusi. Ini fondasi penting bagi pemimpin masa depan,” ujarnya.
Teguran Halus bagi Dunia Pendidikan
Keberhasilan Nazlea juga menjadi tamparan halus bagi dunia pendidikan agar tidak puas pada rutinitas administratif. Prestasi di forum dunia, kata Asep, lahir dari ekosistem pendidikan yang serius, disiplin, dan berorientasi masa depan.
Ia pun mengapresiasi peran keluarga, guru, dan SMP Persis Gandok yang konsisten mendampingi proses panjang hingga Nazlea mampu bersaing di level Asia.
“Prestasi tidak lahir instan. Ada disiplin, doa, dan bimbingan yang panjang. Ini contoh yang harus direplikasi,” katanya.
Pesan Tegas untuk Generasi Muda
Kepada Nazlea, Asep menitipkan pesan agar memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin. Bukan sekadar hadir, tetapi aktif, kritis, dan berani menyampaikan gagasan.
“Jangan minder. Bawa identitas Tasikmalaya dengan percaya diri. Bangun jejaring internasional, asah public speaking, dan pulang membawa pengalaman,” pesannya.
Dengan pelepasan ini, Nazlea Numa tidak sekadar berangkat sebagai pelajar, melainkan sebagai duta generasi muda Tasikmalaya. Sebuah pesan tegas bahwa investasi pada anak muda adalah satu-satunya jalan agar daerah tidak tertinggal dalam persaingan global.




