Politik dan Pemerintahan

Bahlil Sesumbar, 2027 Indonesia Setop Impor BBM

×

Bahlil Sesumbar, 2027 Indonesia Setop Impor BBM

Sebarkan artikel ini
Bahlil Lahadalia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan optimisme bahwa Indonesia akan menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) secara bertahap hingga sepenuhnya berhenti pada 2027. Klaim tersebut disampaikan Bahlil dalam rapat bersama DPR terkait program energi nasional 2025–2026.

Bahlil menjelaskan, upaya pengurangan impor BBM dimulai dari sektor solar melalui program mandatori biodiesel. Sejak penerapan B40, Indonesia kini berada pada posisi surplus produksi solar sekitar 1,4 juta kiloliter per tahun, dari total konsumsi nasional yang mencapai 38–39 juta kiloliter.

“Dengan kondisi surplus 1,4 juta kiloliter, tahun 2026 kita sudah tidak lagi impor solar,” ujar Bahlil.

Namun demikian, untuk jenis solar industri C51, impor masih dilakukan terbatas pada semester pertama 2026. Pasalnya, desain dan penyesuaian mesin masih dalam tahap pengembangan dan ditargetkan rampung pada semester kedua tahun tersebut.

Tak hanya solar, pemerintah juga menargetkan penghentian impor bensin dengan angka oktan RON 92, RON 95, dan RON 98 pada akhir 2027. Dengan demikian, Indonesia diharapkan tidak lagi bergantung pada impor produk BBM bernilai tinggi.

“Ke depan yang kita impor hanya RON 90 untuk kebutuhan subsidi,” tegas Bahlil.

Sementara untuk avtur, pemerintah bersama PT Pertamina tengah mengupayakan konversi surplus solar menjadi bahan baku avtur. Targetnya, mulai 2027 Indonesia tidak lagi mengimpor avtur, solar C51, serta bensin RON tinggi.

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga memaparkan anggaran Kementerian ESDM tahun 2026 yang awalnya sebesar Rp10,12 triliun, namun setelah efisiensi menjadi Rp9,34 triliun. Anggaran tersebut akan difokuskan untuk pembangunan listrik desa, jaringan gas (jargas), pembangunan pipa energi, serta berbagai program kerakyatan lainnya.

“Ini bagian dari strategi besar kemandirian energi nasional,” pungkas Bahlil.(Sumber: Youtube Merdeka.com)