Daerah

Tanggul Jebol Picu Banjir Bandang, Rendam Permukiman Majalaya Bandung

15
×

Tanggul Jebol Picu Banjir Bandang, Rendam Permukiman Majalaya Bandung

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung Dadang Supriatna meninjau Lokasi Banjir Bandang di Majalaya
Bupati Bandung Dadang Supriatna meninjau Lokasi Banjir Bandang di Majalaya

Banjir bandang menerjang Kampung Bojong Keusik RT 01/RW 01 Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Rabu (11/2/2026) malam sekitar pukul 23.15 WIB. Sedikitnya 310 warga terdampak setelah tanggul Sungai Cisunggalah jebol sepanjang 12 meter dengan tinggi 3 meter.

Derasnya air dipicu hujan lebat di wilayah hulu. Tanggul yang menyatu dengan tembok rumah warga tak mampu menahan tekanan arus sehingga air langsung menerjang permukiman.

Ketinggian air mencapai sekitar 120 sentimeter. Warga panik menyelamatkan diri dan barang berharga di tengah malam. Tidak ada korban jiwa, namun sejumlah rumah mengalami kerusakan berat dan ringan.

Pascabanjir, kawasan permukiman dipenuhi lumpur dan sampah. Jalan Bojong Keusik tertutup endapan material sehingga aktivitas warga sempat lumpuh total.

Sejak Kamis hingga Jumat, tim gabungan TNI, Polri, perangkat daerah, relawan serta warga bergotong royong melakukan pembersihan. Alat berat berupa backhoe dan dump truk dikerahkan untuk mengangkut lumpur dari lingkungan warga.

Bupati Bandung Dadang Supriatna yang meninjau lokasi menyebut tiga RT di RW 01 terdampak langsung.

“Ada tujuh rumah rusak parah, lainnya masih pembersihan,” ujarnya.

Pemerintah daerah menilai penyempitan dan perubahan struktur bantaran sungai memperparah dampak luapan air. Karena itu normalisasi sungai akan dilakukan dengan mengembalikan lebar aliran menjadi delapan meter.

Selain perbaikan fisik sungai, delapan rumah warga akan mendapat bantuan rehabilitasi. Warga yang rumahnya terlalu dekat bantaran akan direlokasi sementara dan diberikan bantuan biaya kontrak selama proses perbaikan.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi wilayah sekitar aliran sungai di Kabupaten Bandung. Pemerintah meminta warga meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras, serta tidak mempersempit aliran sungai.

Banjir bandang Majalaya menegaskan kembali bahwa kerusakan bantaran dan perubahan fungsi sungai dapat memicu bencana dalam hitungan menit.