Bau menyengat yang awalnya disangka bangkai tikus justru mengungkap kabar duka di kawasan Perumahan Bumi Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Selasa sore (17/2).
Seorang pria berinisial DI (55), buruh harian lepas, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, tepatnya di area dapur.
Peristiwa terungkap sekitar pukul 16.00 WIB ketika salah seorang anggota keluarga datang untuk mengantarkan makanan. Saksi mencium bau tidak sedap dari dalam rumah korban.
Awalnya aroma tersebut diduga berasal dari bangkai hewan. Namun setelah beberapa kali memanggil tanpa jawaban, saksi masuk ke dalam rumah dan mendapati korban telah tergeletak tak bernyawa.
Petugas dari Polsek Cibeureum bersama piket fungsi Polres Tasikmalaya Kota dan BPBD Kota Tasikmalaya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga.
Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Herman Saputra membenarkan kejadian tersebut.
“Sekitar pukul 16.00 WIB saksi mencium bau tidak sedap dari dalam rumah korban, awalnya dikira bangkai tikus,” ujar Herman dalam keterangannya, Selasa malam.
Dari hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kondisi jasad masih utuh dan bau menyengat diduga berasal dari proses alami pascakematian.
“Tidak ditemukan tanda penganiayaan. Korban diduga meninggal karena sakit. Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat bronkitis,” jelasnya.
Warga sekitar menyebut korban dikenal tertutup dan jarang berinteraksi dengan lingkungan. Hal itulah yang membuat kematiannya tidak segera diketahui hingga aroma menyengat tercium.
Polisi telah melakukan prosedur standar mulai dari pemeriksaan saksi, pemasangan garis polisi hingga memfasilitasi surat penolakan autopsi.
“Keluarga menerima sebagai musibah dan menolak autopsi,” pungkas Herman.








