Politik dan Pemerintahan

Halal Bihalal DPRD Tasikmalaya Perkuat Persatuan

×

Halal Bihalal DPRD Tasikmalaya Perkuat Persatuan

Sebarkan artikel ini
DPRD Tasikmalaya
Momentum halal bihalal Keluarga Besar DPRD Kota Tasikmalaya tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan, tetapi juga ruang refleksi

TASIKALAYA – Halal bihalal Keluarga Besar DPRD Kota Tasikmalaya menjadi momentum strategis memperkuat silaturahmi sekaligus meneguhkan komitmen persatuan pasca-Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kegiatan yang digelar di Ruang Serba Guna DPRD Kota Tasikmalaya, Kamis (26/3/2026), dihadiri pimpinan dan anggota dewan, jajaran pemerintah daerah, serta unsur organisasi perangkat daerah.

Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Aslim, menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin atas nama lembaga kepada seluruh hadirin.

Menurutnya, semangat Idul Fitri harus menjadi pijakan baru untuk mempererat kebersamaan dalam menjalankan amanah pelayanan publik.

“Pasca Ramadan dan Idul Fitri, semoga keberkahan terus bertambah. Kuncinya menjaga kesatuan, persatuan, dan ukhuwah,” ujar Aslim.

Dalam sambutannya, Aslim juga mengakui masih ada sejumlah kekurangan dalam kinerja DPRD yang perlu segera dibenahi.

Ia menegaskan, penguatan sinergi antarlembaga menjadi kunci agar kebijakan yang dirumuskan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Masih banyak yang perlu kita benahi. Namun dengan kerja sama solid, insya Allah berdampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Momentum halal bihalal itu juga dimanfaatkan untuk memohon doa bagi anggota DPRD yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini.

Aslim berharap para anggota dewan yang berangkat diberi kesehatan, kelancaran, dan kembali dengan predikat haji mabrur.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, mengingatkan agar halal bihalal tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan.

Ia mengajak seluruh elemen pemerintahan menjadikan momen tersebut sebagai ruang introspeksi untuk memperbaiki kualitas pribadi maupun institusi.

“Mudah-mudahan kita bisa saling memaafkan dan menjadi pribadi serta institusi yang lebih baik,” ungkapnya.

Menurut Diky, berbagai persoalan daerah hingga nasional harus dijawab melalui doa, ikhtiar, dan kebersamaan yang konkret.

Ia menegaskan, tantangan yang ada tidak boleh berhenti sebagai wacana, tetapi harus melahirkan solusi nyata untuk masyarakat.

“Semoga setiap persoalan dapat kita selesaikan dengan baik melalui kebersamaan dan usaha sungguh-sungguh,” pungkasnya.