Daerah

Dua Warga Tewas Terseret Arus Sungai Cibanjaran Kabupaten Bandung

19
×

Dua Warga Tewas Terseret Arus Sungai Cibanjaran Kabupaten Bandung

Sebarkan artikel ini
Sungai Cibanjaran
Lokasi Jatuhnya Korban yang terseret Sungai Cibanjaran

BANDUNG – Tragedi memilukan terjadi di Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Dua warga dilaporkan tewas setelah terseret derasnya arus Sungai Cibanjaran saat hujan mengguyur wilayah tersebut.

Korban diketahui bernama Ginasyah Lintang Sari (18), siswi kelas XII SMAN 1 Banjaran, dan Agus Sutisna (52), petugas keamanan sekolah yang berusaha menyelamatkan korban.

Peristiwa bermula ketika Gina mendatangi bantaran sungai untuk melihat kondisi banjir. Namun tiba-tiba tembok penahan tanah (TPT) di lokasi ambrol, membuat korban terperosok ke aliran sungai yang deras.

Melihat kejadian itu, Agus Sutisna spontan menceburkan diri untuk menolong. Namun derasnya arus justru menyeret keduanya hingga hilang terbawa air.

“Korban Agus berniat menolong, namun karena arus sangat deras, justru ikut terseret bersama korban Gina,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan

Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bandung, Diki Sudrajat.

Dalam insiden tersebut, tercatat enam orang sempat terseret arus. Lima di antaranya berhasil diselamatkan warga, sementara dua korban tidak dapat tertolong.

Jenazah Gina ditemukan lebih dulu dalam kondisi tersangkut di Jembatan Cipaku, Desa Tarajusari. Sementara jasad Agus ditemukan keesokan harinya di Kampung Badra, masih di aliran sungai yang sama.

Tim gabungan dari BPBD, TNI-Polri, Satpol PP, Linmas, dan relawan melakukan pencarian intensif hingga akhirnya kedua korban berhasil dievakuasi.

Bupati Bandung Dadang Supriatna turun langsung bertakziyah ke rumah duka di Desa Banjaran Kulon, Kamis (16/4/2026).

Ia menyampaikan duka mendalam sekaligus memastikan langkah penanganan segera dilakukan, terutama perbaikan TPT yang ambrol dan infrastruktur jembatan di lokasi kejadian.

“Saya turut berduka cita. Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih waspada, terutama saat cuaca ekstrem,” ujar Dadang.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati aliran sungai saat hujan deras, guna menghindari kejadian serupa terulang.

Tragedi ini menjadi gambaran nyata risiko bencana hidrometeorologi di wilayah Bandung, terutama akibat infrastruktur sungai yang tidak mampu menahan derasnya debit air saat hujan ekstrem.