Hukrim

Kiai Sepuh Dianiaya Hingga Pingsan, Tasikmalaya Bergejolak

33
×

Kiai Sepuh Dianiaya Hingga Pingsan, Tasikmalaya Bergejolak

Sebarkan artikel ini
Kiyai Sepuh
Tokoh ormas Islam Tasikmalaya, KH Muhammad Yan-yan Al Bayani

TASIKMALAYA – Dugaan penganiayaan terhadap kiai sepuh Abdul Yani di Kecamatan Cikatomas memicu gelombang kemarahan dari kalangan ulama dan santri. Peristiwa ini langsung menyulut tensi sosial di wilayah Tasikmalaya.

Insiden terjadi di Desa Cayur, Rabu (15/4/2026), saat korban hendak menuju kebun usai menunaikan salat Dzuhur. Di tengah perjalanan, korban berpapasan dengan sekelompok orang yang kemudian diduga melakukan tindakan kekerasan hingga membuatnya pingsan di lokasi.

Warga yang melintas segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban. Namun peristiwa tersebut terlanjur menyebar dan memantik reaksi keras dari berbagai elemen umat.

Tokoh ormas Islam Tasikmalaya, KH Muhammad Yan-yan Al Bayani, mengecam keras insiden tersebut. Ia menyebut tindakan terhadap kiai sepuh sebagai perbuatan biadab yang tidak bisa ditoleransi.

“Tindakan ini keterlaluan. Seorang kiai sepuh dianiaya sampai pingsan. Kami tidak bisa menerima,” tegasnya, Jumat (17/4/2026).

Ia mendesak aparat kepolisian segera bergerak cepat menangkap pelaku dan menuntaskan kasus tanpa penundaan.

“Kami minta Polres Tasikmalaya bertindak tegas. Jangan sampai lambat dan memicu keresahan lebih luas,” ujarnya.

Peringatan juga disampaikan bahwa kalangan santri terus memantau penanganan kasus ini. Jika dinilai lamban, potensi reaksi yang lebih besar dari umat dinilai bisa terjadi.

Nada kecaman serupa disampaikan Kepala Staf RESSANT (Resimen Santri), Ujang Surahman. Ia meminta aparat tidak ragu menindak tegas pihak yang terlibat.

“Pelaku harus segera ditangkap dan diproses hukum. Ini menyangkut marwah ulama,” katanya.

Sementara itu, tokoh ulama Cikatomas sekaligus Ketua FKDT setempat, Apipudin, mengimbau masyarakat untuk tetap menahan diri meski emosi memuncak.

“Kita serahkan kepada aparat. Tetap tenang agar situasi kondusif,” ujarnya.

Kasus ini kini menjadi perhatian serius publik. Tekanan terhadap aparat penegak hukum pun menguat agar segera mengungkap pelaku dan mencegah eskalasi konflik di tengah masyarakat.