Politik dan Pemerintahan

Lapas Tasik Overkapasitas, Diky Candra Dorong Solusi

11
×

Lapas Tasik Overkapasitas, Diky Candra Dorong Solusi

Sebarkan artikel ini
Diky Candra
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra

TASIKMALAYA — Alarm kemanusiaan di Lapas Klas IIB Tasikmalaya mulai berbunyi keras. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, angkat suara.

Ia menilai kondisi lapas sudah jauh melampaui batas kelayakan. Dari kapasitas ideal 88 orang, kini dihuni lebih dari 462 warga binaan.

“Ini bukan lagi soal nyaman atau tidak. Ini sudah menyangkut kelayakan hidup,” tegas Diky, Senin (27/4/2026).

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 di Aula Lapas Tasikmalaya.

Lonjakan penghuni lebih dari lima kali lipat dinilai berpotensi menggerus aspek kemanusiaan dalam sistem pemasyarakatan.

Tekanan tidak hanya pada ruang fisik. Tetapi juga pada kualitas hidup, kesehatan, hingga pembinaan warga binaan.

Meski demikian, Diky tetap memberi catatan positif. Program pembinaan masih berjalan di tengah keterbatasan.

Mulai dari produksi kopi hingga kerja sama dengan sektor perhotelan.

“Ini bukti semangat pembinaan tetap ada,” ujarnya.

Namun ia menegaskan, solusi jangka panjang tidak boleh terus ditunda.

Pemkot Tasikmalaya membuka opsi pembangunan lapas baru atau relokasi.

Salah satu lokasi yang mencuat berada di kawasan Tamansari, memanfaatkan lahan milik pemerintah.

“Kalau lahannya ada, saya siap dorong. Ini tinggal keberanian mengeksekusi,” tandasnya.

Pesan Diky jelas. Overkapasitas bukan sekadar angka. Tapi soal martabat manusia yang harus dijaga.