JAKARTA — Mesin pemerintahan kembali diutak-atik. Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih, Senin (27/4/2026).
Ini bukan yang pertama. Bahkan sudah keenam kalinya sejak ia menjabat. Sejumlah nama baru masuk. Sejumlah lainnya digeser. Tujuannya jelas: memperkuat sektor strategis.
Nama Mohammad Jumhur Hidayat kini dipercaya sebagai Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Posisi itu sebelumnya dipegang Hanif Faisol Nurofiq. Kini, Hanif bergeser menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Di lingkar Istana, Dudung Abdurachman ditunjuk sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Sementara Muhammad Qodari dipercaya memimpin Badan Komunikasi RI.
Beberapa posisi lain juga diisi wajah baru, terutama di level wakil menteri dan kepala badan teknis.
Arah reshuffle ini terlihat fokus. Pangan dan lingkungan jadi prioritas. Isu yang selama ini sensitif, sekaligus menentukan stabilitas pemerintahan ke depan.
Menariknya, pelantikan kali ini juga menyita perhatian publik. Kehadiran Rocky Gerung di Istana memunculkan tafsir politik baru.
Ia bahkan terlihat memberi salam komando kepada Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Isyarat politik? Atau sekadar simbol komunikasi?
Yang jelas, reshuffle ini mengirim pesan tegas.
Prabowo tidak ragu mengganti pemain jika dianggap tak lagi seirama. Kabinet boleh sama. Tapi ritmenya harus terus dijaga.








