Edukasi

PGSD Funfest Sumedang Angkat Kreativitas Daur Ulang Lewat Trash to Treasure

×

PGSD Funfest Sumedang Angkat Kreativitas Daur Ulang Lewat Trash to Treasure

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, membuka secara resmi PGSD Funfest Edufair 2025
Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, membuka secara resmi PGSD Funfest Edufair 2025

Sumedang menghadirkan suasana kreatif dan edukatif melalui PGSD Funfest Edufair 2025 × Creative Expression Vol. 2: Trash To Treasure, yang digelar di Auditorium 3 Kampus 2 UPI Sumedang, Minggu (7/12/2025). Kegiatan ini menampilkan karya daur ulang mahasiswa PGSD UPI Sumedang yang dipamerkan secara memukau dalam sebuah fashion show, sekaligus menegaskan komitmen daerah terhadap penguatan edukasi lingkungan.

Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, menyatakan bahwa kegiatan ini sejalan dengan arah pembangunan Sumedang, terutama dalam peningkatan kualitas SDM dan pengelolaan lingkungan. Ia menilai mahasiswa PGSD memiliki posisi penting sebagai calon pendidik yang akan menanamkan kesadaran lingkungan kepada generasi berikutnya.

“Kegiatan ini menampilkan kreativitas mahasiswa dalam mengolah sampah menjadi karya bernilai guna dan bernilai jual,” ujar Fajar.

Ia menambahkan bahwa Pemkab Sumedang saat ini tengah memperkuat program pengelolaan sampah secara menyeluruh. Edukasi kepada masyarakat, pemetaan titik rawan sampah, hingga pemberian sanksi dan reward menjadi langkah yang terus dijalankan.

“Saat ini Sumedang sedang menjalankan pengelolaan sampah secara serius. Edukasi harus terus dilakukan. Yang melanggar diberi sanksi sosial, sedangkan yang berhasil mengelola sampah dengan baik akan diberi reward,” tegasnya.

Fajar juga mengapresiasi kolaborasi mahasiswa PGSD dengan UMKM Sumedang, yang dinilainya mampu menghadirkan inovasi baru sekaligus memperkuat ekosistem UMKM daerah.

“Konsep Trash To Treasure membuktikan bahwa kreativitas bisa menjadi solusi. Mahasiswa PGSD bukan hanya membuat karya, tetapi menyampaikan pesan penting tentang pengelolaan sampah. Kehadiran UMKM memperkuat ekosistem inovasi di Sumedang,” lanjutnya.

Selain isu lingkungan, Wabup Fajar turut mengingatkan pentingnya pemahaman generasi muda terhadap isu sosial, termasuk bahaya pernikahan dini dan risiko stunting. Menurutnya, mahasiswa PGSD memiliki peran strategis sebagai calon pendidik yang akan berada di garis depan dalam memberikan edukasi kepada remaja dan masyarakat.

“Sebagai Gen Z, kalian harus paham betul bahaya pernikahan dini. Dampaknya besar, bahkan bisa melahirkan generasi rawan stunting. Edukasi seperti ini harus diperkuat,” tegasnya.

Acara juga diramaikan oleh berbagai stand UMKM Sumedang yang menampilkan produk lokal, menjadikan Funfest ini tidak hanya penuh kreativitas, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat.