Pemkab Sumedang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) pasang target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 Rp 1 triliun. Tahun 2025 ini, Bapenda berhasil mendapat PAD mencapai hampir Rp 700 miliar.
Untuk mencapai target PAD Rp 1 trililun, pegawai Bapenda memakai kaos bertuliskan 1T. “Ke depannya harus mencapai Rp 1 triliun seperti kaus diperkirakan 1T yang dipakai para pegawai Bapenda. Sumedang harus menjadi kabupaten yang mandiri,” kata Wabup M Fajar Aldila saat memberikan Arah Evaluasi Kinerja dan Kolaborasi untuk Meningkatkan PAD Dalam Pengelolaan Pendapatam Daerah, di Tampomas Eco Park, Cimalaka, Selasa (30/12/2025)
Menurutnya, dana transfer ke daerah (TKD) tahun 2026 untuk Pemkab Sumedang dipangkas pemerintah pusat mencapai Rp 204 miliar. “TKD dikurangi dan otomatis PAD harus ditingkatkan. Harus di pajak daerah dan restribusi dan lainnya. Semua harus bekerja keras,” ujarnya.
Wabup M Fajar Aldila berpesan, sebagai pemangku kebijakan apa pun yang di lakukan Pemkab Sumedang harus berdampak fositif kepada masyarakat. “Kebijakan yang dilakukan harus berdampak positif kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bapenda Rohana menyebutkan, karyawan Bapenda merupakan ujung tombak Pemkab Sumedang dalam merelisasikan pendapatan daerah. “Kami selalu mempunyai visi misi yang jelas bagaimana ketercapaian pendapatan daerah. Khususnya di PAD dan di pajak daerah. Sampai hari ini pendapatan daerah kita sudah 96,8 persen akhir tahun kita diangka 98 persen,” katanya.
Rohana menjelaskan, terkait pajak daerah yang dikelola dari 9 pajak, 5 pajak telah melampui target. “Pertama PBB, Kedua PBJT, Pajak Burung Walet, Minerba dan Pajak Reklame. Kalau dibandingkan denab tahun 2024 realisasi realisasi tahun 2025 dari tingkat ketercapaian ada meningkat 2 persen lebih semuanya dari realisasi pajak daerah,” jelasnya.








