EdukasiUncategorized

Risiko Tersembunyi di Balik Berbagi Produk Skincare

×

Risiko Tersembunyi di Balik Berbagi Produk Skincare

Sebarkan artikel ini
Perawatan Kulit
Perawatan Kulit

Pendiri sekaligus dokter kulit utama Skin Beyond Borders (SkinBB), Dr. Pravin Banodkar, mengingatkan adanya berbagai risiko kesehatan kulit yang mengintai saat seseorang menggunakan produk perawatan milik orang lain. Dampaknya bisa beragam, mulai dari iritasi ringan hingga infeksi serius.

Mengutip Hindustan Times, Kamis, Dr. Banodkar menjelaskan bahwa risiko tersebut berkaitan erat dengan perbedaan jenis dan kondisi kulit setiap individu, mulai dari kulit kering, normal, hingga sensitif.

“Seseorang dengan tipe kulit berminyak menggunakan produk yang ditujukan untuk mengurangi minyak berlebih,” kata Dr. Banodkar.

Ia menambahkan, produk semacam itu tentu tidak cocok digunakan oleh pemilik kulit yang sangat kering atau sensitif.

Penggunaan formula perawatan yang tidak sesuai juga dapat merusak lapisan pelindung alami kulit. Kondisi tersebut berpotensi memicu dermatitis kontak yang ditandai dengan ruam dan kemerahan, reaksi alergi, hingga munculnya jerawat akibat pori-pori tersumbat oleh kandungan produk yang tidak cocok.

Selain itu, kebiasaan berbagi produk kecantikan yang menggunakan wadah terbuka, seperti kemasan kaca, dinilai berisiko tinggi. Pasalnya, pengguna harus mencelupkan jari langsung ke dalam produk, yang dapat memicu kontaminasi bakteri.

Dr. Banodkar menegaskan, risiko pertumbuhan bakteri akan semakin meningkat apabila produk bersentuhan langsung dengan cairan tubuh. Contohnya pada maskara yang kontak dengan mata atau lendir, lip balm dan lipstik yang bersentuhan dengan air liur, serta produk yang menyentuh nanah atau jerawat.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar tidak sembarangan berbagi produk perawatan atau kosmetik dengan orang lain.

Untuk perlengkapan pribadi, Dr. Banodkar merekomendasikan agar kebersihannya dijaga secara rutin, termasuk membersihkan kuas rias, aplikator, dan spons setidaknya satu kali dalam seminggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *