Politik dan Pemerintahan

Trump Kerahkan Armada Besar Ke Selat Hormuz, AS-Iran di Ambang Perang

46
×

Trump Kerahkan Armada Besar Ke Selat Hormuz, AS-Iran di Ambang Perang

Sebarkan artikel ini
Iran
Ilustrasi: Kapal induk USS Abraham Lincoln, sudah ada di kawasan strategis dekat Selat Hormuz

Situasi geopolitik global kian memanas seiring memburuknya hubungan Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah mengerahkan sedikitnya 10 kapal perang, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln, ke kawasan strategis dekat Selat Hormuz.

Langkah militer Washington tersebut langsung mendapat respons keras dari Teheran. Pemerintah Iran secara tegas menolak segala bentuk perundingan dengan Amerika Serikat di tengah meningkatnya ancaman militer yang terus dilontarkan Trump.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araji, menegaskan tidak akan ada kesepakatan apa pun selama AS masih menggunakan pendekatan ancaman. “Tidak mungkin berunding dalam suasana intimidasi dan tekanan militer,” ujar Araji.

Araji juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini tidak ada komunikasi dengan Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Whitcoff. Ia menegaskan Iran tidak sedang mencari negosiasi dan siap memberikan respons keras terhadap segala bentuk agresi militer Amerika Serikat.

Sementara itu, Trump kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran. Melalui unggahan di media sosialnya, Trump menyebut waktu Iran hampir habis untuk menghindari intervensi militer AS. Ia juga mengklaim telah mengirimkan armada tambahan ke kawasan tersebut, selain USS Abraham Lincoln.

Ketegangan AS-Iran terjadi di tengah situasi domestik Iran yang belum sepenuhnya stabil. Kerusuhan besar dalam aksi demonstrasi di Teheran beberapa waktu lalu dilaporkan menewaskan lebih dari 3.000 orang.

Ancaman Trump semakin serius mengingat rekam jejak konflik sebelumnya. Beberapa bulan lalu, AS diketahui telah melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran dalam konflik singkat pada Juni lalu. Kini, dunia kembali dihadapkan pada risiko eskalasi perang terbuka di kawasan Timur Tengah. (Sumber: Youtube AlJazeera).