Layanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang sempat lumpuh total menyusul terbakarnya panel listrik utama pada Kamis pagi, sekitar pukul 05.20 WIB.
Direktur RSUD Karawang, dr. Andri Sariful Alam, mengungkapkan kebakaran terjadi pada panel distribusi listrik dari PLN ke rumah sakit, sehingga menyebabkan pemadaman listrik di seluruh area layanan.
“Panel listrik terbakar dan menyebabkan listrik padam total. Alhamdulillah api dapat dipadamkan sekitar 15 menit dan tidak merembet ke area lain,” ujar dr. Andri.
Pasca kejadian, manajemen RSUD Karawang langsung melakukan mitigasi dengan mengoperasikan genset mobile. Layanan di ruang-ruang kritis seperti ICU, PICU, dan ruang perawatan anak diprioritaskan agar keselamatan pasien tetap terjaga.
Sementara itu, layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dibatasi. Pasien dengan kondisi nonkritis diarahkan untuk berobat ke rumah sakit lain di wilayah Karawang. Sejumlah layanan penunjang seperti laboratorium dan radiologi juga sempat dihentikan sementara.
Menurut dr. Andri, sekitar 200 pasien terdampak akibat insiden tersebut. Namun pasien di ruang ICU tetap aman karena peralatan medis dilengkapi sistem UPS yang mampu bertahan hingga empat jam sebelum genset beroperasi penuh.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ucapnya.
Ia menambahkan, panel listrik yang terbakar merupakan instalasi lama sejak RSUD Karawang berdiri pada 2002–2003. Penggantian panel sebenarnya telah direncanakan tahun ini dan kini akan dipercepat.
Pasokan listrik dari PLN ditargetkan kembali normal pada pukul 15.00 WIB setelah proses penyambungan kabel selesai. RSUD Karawang juga mengapresiasi respons cepat BPBD dan PLN Karawang dalam penanganan kebakaran dan pemulihan listrik.






