Internasional

Kanselir Jerman Serukan Perbaikan Hubungan NATO dengan Amerika

×

Kanselir Jerman Serukan Perbaikan Hubungan NATO dengan Amerika

Sebarkan artikel ini
Kanselir Jerman Friedrich Merz
Kanselir Jerman Friedrich Merz

Pidato pembukaan Konferensi Keamanan Munich diwarnai pesan keras dari Kanselir Jerman Friedrich Merz kepada pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia meminta Washington menghentikan sikap unilateral dan kembali membangun kepercayaan trans-Atlantik bersama Eropa.

Dalam forum keamanan terbesar dunia itu, Merz menegaskan bahwa kekuatan Barat selama puluhan tahun berdiri di atas kepercayaan antarsekutu dalam NATO. Namun menurutnya, fondasi tersebut kini melemah akibat kebijakan proteksionisme dan tarif perdagangan Amerika.

“Di era rivalitas kekuatan besar, bahkan Amerika Serikat tidak cukup kuat berjalan sendiri. NATO adalah keunggulan kompetitif Eropa sekaligus Amerika,” kata Merz dalam bagian pidato berbahasa Inggris yang jelas ditujukan kepada Washington.

Pidato tersebut dianggap sebagai kritik terbuka terhadap arah kebijakan luar negeri pemerintahan Trump. Merz menilai tatanan dunia berbasis aturan pasca-Perang Dunia II sedang tergerus, dan kepemimpinan global Amerika dipertanyakan.

Ia juga menolak narasi “perang budaya” yang sebelumnya disampaikan Wakil Presiden AS JD Vance terkait kebebasan berbicara di Eropa. Pernyataan itu menuai tepuk tangan peserta konferensi.

Meski melontarkan kritik, Merz menegaskan Eropa tidak tinggal diam. Jerman siap meningkatkan kemampuan militernya, bahkan membangun kekuatan konvensional terbesar di kawasan — langkah yang ia akui sensitif bagi publik Jerman karena sejarah masa lalu.

Anggaran militer Jerman melonjak drastis dari 46 miliar euro pada 2021 menjadi sekitar 83 miliar euro tahun ini, ditambah 25 miliar euro untuk pengadaan alutsista baru. Kebijakan ini disebut sebagai bukti bahwa Eropa ikut memikul beban pertahanan bersama.

Namun ia menekankan rearmament tidak akan dilakukan secara unilateral, melainkan dalam kerangka Uni Eropa dan NATO. Ia bahkan mengingatkan perjanjian Uni Eropa memiliki klausul pertahanan kolektif mirip Pasal 5 NATO: serangan terhadap satu anggota berarti serangan terhadap semua.

Selain pertahanan, Merz memaparkan empat program “kebebasan Eropa”: peningkatan belanja militer, penguatan industri dan ekonomi, penolakan proteksionisme perdagangan, serta perluasan kemitraan global baru di luar Amerika.

Pesan akhirnya jelas: Eropa siap berinvestasi pada keamanan, tetapi hubungan Barat hanya akan bertahan bila AS kembali menjadi mitra — bukan berjalan sendiri.