Ekonomi

APBN Jangan Jadi Deretan Angka Saja, Purbaya Tekankan Eksekusi

×

APBN Jangan Jadi Deretan Angka Saja, Purbaya Tekankan Eksekusi

Sebarkan artikel ini
Menkeu Purbaya
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bukan sekadar deretan angka di atas kertas. Menurutnya, kualitas pelaksanaan anggaran menjadi kunci arah kemajuan bangsa sekaligus bukti kehadiran negara di tengah masyarakat.

“APBN itu bukan angka di kertas. Pelaksanaannya menentukan bagaimana kita maju dan memberi indikasi ke masyarakat bahwa APBN itu hadir,” ujarnya dalam sebuah forum diskusi kebijakan fiskal.

Ia mencontohkan pengelolaan anggaran di daerah, termasuk Aceh. Awalnya, ia mengaku belum melihat secara rinci postur anggaran yang mengalir. Namun setelah APBN resmi berjalan, laporan cepat dari jajaran teknis langsung menunjukkan angka konkret.

“Begitu APBN keluar, minggu berikutnya sudah ada laporan. Sudah kami sisir, sekian-sekian. Hasilnya? Ada Rp60 triliun yang sudah dirapikan untuk kebutuhan 2026,” katanya.

Pernyataan itu menggambarkan bagaimana proses penyisiran dan perapian anggaran dilakukan secara sistematis oleh tim keuangan negara. Ia menyebut jajaran teknis Kemenkeu telah bekerja detail menyiapkan struktur alokasi sebelum dilakukan penyesuaian atau efisiensi.

“Orang keuangan itu canggih-canggih. Sebelum dicukur, sudah disisir dulu,” ujarnya, mengibaratkan proses penataan anggaran agar tetap presisi meski menghadapi dinamika kebijakan.

Pendekatan tersebut menegaskan strategi fiskal pemerintah yang mengutamakan kesiapan eksekusi. Dalam konteks 2026, penyiapan Rp60 triliun itu disebut sebagai bagian dari langkah antisipatif untuk memastikan belanja negara tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Purbaya menekankan, disiplin pengelolaan APBN penting agar setiap rupiah memberi manfaat nyata. Transparansi, kecepatan respons, serta kemampuan membaca kebutuhan lapangan menjadi faktor utama.
“Yang menentukan bukan hanya besarannya, tapi bagaimana kita menjalankan dan mengawalnya,” tandasnya.

Dengan pendekatan itu, pemerintah berharap APBN tidak hanya menjadi instrumen fiskal, tetapi motor penggerak pembangunan yang terasa hingga ke daerah. (Sumber: Youtube Kaltim Post)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *