Internasional

Trump Klaim Serangan ke Iran Demi Lindungi Warga AS

×

Trump Klaim Serangan ke Iran Demi Lindungi Warga AS

Sebarkan artikel ini
Presiden AS Donald Trump
Presiden AS Donald Trump

DUBAI— Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim operasi militer terhadap Iran dilakukan demi melindungi rakyat Amerika serta menjaga kepentingan keamanan nasional Washington dari ancaman nuklir Teheran.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip Al Jazeera, Trump menuding Iran sebagai negara sponsor utama terorisme global yang selama bertahun-tahun mendanai dan mempersenjatai kelompok milisi di kawasan Timur Tengah, mulai dari Lebanon, Yaman, Suriah hingga Irak.

Menurut Trump, ancaman tersebut semakin nyata setelah kelompok Hamas—yang disebutnya sebagai proksi Iran—melancarkan serangan besar ke Israel pada 7 Oktober yang menewaskan lebih dari seribu warga sipil, termasuk warga negara Amerika Serikat.

“Iran tidak boleh dan tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” tegas Trump dalam pidatonya.

Trump juga mengungkap bahwa militer Amerika Serikat sebelumnya telah menghancurkan fasilitas nuklir Iran dalam operasi yang disebut Operation Midnight Hammer, dengan target instalasi strategis di Natanz, dan Isfahan.

Ia menyatakan Washington telah berulang kali membuka jalur diplomasi dan menawarkan kesepakatan nuklir, namun Iran disebut menolak menghentikan pengembangan program nuklir maupun rudal jarak jauh.

Menurut Trump, pengembangan senjata tersebut berpotensi mengancam sekutu Amerika di Eropa, pasukan militer AS di luar negeri, bahkan wilayah daratan Amerika Serikat.

“Atas alasan itu, militer Amerika menjalankan operasi besar untuk mencegah rezim radikal ini mengancam Amerika dan kepentingan keamanan inti kami,” ujarnya.

Trump menegaskan operasi militer yang sedang berlangsung mencakup penghancuran sistem rudal Iran, industri persenjataan strategis, hingga kekuatan angkatan laut negara tersebut guna melemahkan kemampuan militernya.

Selain itu, Washington juga menargetkan jaringan kelompok bersenjata yang selama ini dituding menjadi proksi Iran di kawasan Timur Tengah agar tidak lagi menyerang pasukan maupun kepentingan Amerika Serikat.

Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik Iran–Israel serta keterlibatan militer Amerika Serikat yang memicu kekhawatiran dunia internasional terhadap potensi perang terbuka berskala regional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *