JAKARTA — Gelombang reaksi keras muncul dari berbagai penjuru dunia menyusul operasi militer besar-besaran Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada Sabtu lalu.
Serangan tersebut memicu kekhawatiran luas atas stabilitas kawasan Timur Tengah dan potensi meluasnya konflik berskala regional hingga global.
Di Inggris, ratusan demonstran berkumpul di depan Gedung Parlemen di London menuntut penghentian segera operasi militer gabungan Amerika Serikat–Israel. Aksi serupa juga terjadi di berbagai kota Eropa sebagai bentuk solidaritas dan penolakan terhadap eskalasi perang.
Gelombang protes juga muncul di dalam negeri Amerika Serikat. Massa turun ke jalan di depan Gedung Putih, Washington DC, serta di Kota New York, mengecam keputusan pemerintahan Donald Trump yang dinilai memperburuk situasi keamanan global.
Reaksi keras turut datang dari forum internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan penggunaan kekuatan militer oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, serta serangan balasannya, telah merusak perdamaian dan keamanan internasional.
PBB mendesak seluruh pihak untuk segera menghentikan aksi militer dan membawa persoalan tersebut ke meja perundingan guna mencegah eskalasi lebih lanjut.
Dari Ankara, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Iran dan berpotensi memperluas konflik di kawasan.
Sementara Presiden Prancis Emmanuel Macron mengingatkan bahwa langkah militer sepihak dapat menyeret Timur Tengah ke dalam ketidakstabilan yang lebih dalam serta berdampak pada keamanan global.
Ketegangan juga berdampak pada sektor keamanan kawasan Teluk, terutama negara-negara yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat. Sejumlah analis menilai risiko balasan dari Iran terhadap instalasi militer di negara-negara tersebut semakin meningkat.
Komunitas internasional kini berada dalam tekanan untuk mendorong jalur diplomasi sebelum konflik berkembang menjadi perang terbuka yang melibatkan lebih banyak negara.
Situasi masih berkembang cepat, sementara dunia menanti langkah lanjutan dari Washington, Tel Aviv, dan Teheran di tengah kekhawatiran akan babak baru krisis Timur Tengah. (Sumber: Youtube Kompas TV)








