Daerah

Ali Syakieb Soroti Lonjakan Kasus TBC di Kabupaten Bandung

×

Ali Syakieb Soroti Lonjakan Kasus TBC di Kabupaten Bandung

Sebarkan artikel ini
Ali Syakieb
Ali Syakieb Saat Melakukan Kunjungan ke Puskesmas Soreang

BANDUNG – Wakil Bupati Kabupaten Bandung, Ali Syakieb, mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap ancaman penyakit menular Tuberkulosis (TBC) yang trennya menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Imbauan tersebut disampaikan Ali saat mendampingi kunjungan kerja Benjamin Paulus Octavianus selaku Wakil Menteri Kesehatan bersama Wakil Menteri Dalam Negeri dalam agenda Penguatan Komitmen dan Aksi Nyata Penanggulangan TBC di Gedung Moch Toha, Soreang, Selasa (10/3).

Menurut Ali, kesadaran masyarakat untuk mengenali gejala TBC sejak dini masih menjadi tantangan. Banyak warga yang tidak menyadari bahwa batuk berkepanjangan bisa menjadi gejala awal penyakit tersebut.

“Masyarakat sering merasa dirinya sehat-sehat saja. Kalau pun batuk, mereka menganggap hanya batuk biasa atau batuk berdahak. Ini yang menjadi masalah,” kata Ali.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh dalam waktu satu hingga dua minggu.

“Segeralah periksa ke puskesmas, rumah sakit daerah, atau dokter terdekat. Tidak perlu takut, karena TBC ini ada obatnya dan bisa disembuhkan,” ujarnya.

Ali juga menekankan pentingnya langkah pencegahan agar penyakit tersebut tidak menular kepada anggota keluarga, terutama anak-anak dan balita yang lebih rentan terhadap infeksi.

Data pemerintah daerah menunjukkan tren peningkatan kasus TBC di Kabupaten Bandung. Pada 2023 tercatat sebanyak 12.618 kasus, kemudian naik menjadi 14.074 kasus pada 2024.

“Pada 2025 meningkat lagi dengan temuan mencapai 15.450 kasus,” ungkap Ali.

Ia menilai angka tersebut menjadi sinyal bahwa upaya penanggulangan TBC harus terus diperkuat melalui langkah-langkah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan antara pemerintah pusat dan daerah.

juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat melalui kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan dan Wakil Menteri Dalam Negeri ke Kabupaten Bandung.

“Kehadiran Wamenkes dan Wamendagri menjadi bentuk dukungan nyata dari pemerintah pusat kepada daerah dalam menghadapi tantangan penanggulangan TBC,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menegaskan bahwa pemerintah menargetkan penanggulangan TBC dapat dituntaskan secara signifikan pada tahun 2030.

“Masyarakat yang terjangkit TBC harus terus diperiksa dan dipantau kesehatannya. Jika positif, akan diobati sampai sembuh 100 persen,” ujarnya.

menambahkan, pengobatan TBC tersedia secara gratis di puskesmas dan fasilitas kesehatan pemerintah, selama pasien disiplin menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga medis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *