Internasional

Trump Ancam Iran: Serangan 20 Kali Lebih Keras Jika Hormuz Diblokade

×

Trump Ancam Iran: Serangan 20 Kali Lebih Keras Jika Hormuz Diblokade

Sebarkan artikel ini
Presiden AS Donald Trump
Presiden AS Donald Trump

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman keras kepada Iran terkait potensi pemblokiran jalur pelayaran minyak di Selat Hormuz.

Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan segan meningkatkan intensitas serangan hingga 20 kali lebih keras jika Teheran benar-benar memblokade jalur strategis tersebut.

Ancaman itu disampaikan Trump di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara besar.

Menurut Trump, Washington siap menargetkan sejumlah fasilitas vital Iran yang dinilai mudah dihancurkan sehingga sulit dibangun kembali.

“Kami akan meningkatkan serangan hingga 20 kali lebih keras jika Iran benar-benar memblokade Selat Hormuz,” tegas Trump dalam pernyataannya.

Meski demikian, Trump juga mengaku berharap skenario tersebut tidak perlu terjadi.

Selain itu, laporan sejumlah media internasional menyebut Trump juga melontarkan peringatan kepada pemimpin spiritual baru Iran, Mojtaba Khamenei.

Trump disebut meminta pimpinan tertinggi Iran tersebut mematuhi tuntutan Amerika Serikat, termasuk terkait isu program nuklir Iran.

Bahkan, dalam pernyataannya, Trump menyebut penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran sebagai “kesalahan besar” dan meragukan kepemimpinannya dapat bertahan lama.

Sementara itu, pemerintah Iran membantah keras tuduhan bahwa mereka berencana menutup Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi menegaskan bahwa Iran tidak pernah memblokade jalur pelayaran internasional tersebut.

“Iran sama sekali tidak menutup Selat Hormuz maupun menghalangi kapal-kapal yang melintas di kawasan itu,” ujar Aragchi.

Ia justru menuding perlambatan distribusi minyak dunia terjadi akibat serangan dan agresi militer yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Menurut Aragchi, kondisi keamanan yang memburuk di Timur Tengah membuat banyak kapal tanker minyak dan kapal dagang memilih menghindari jalur pelayaran di Selat Hormuz.

“Amerika Serikat dan Israel yang membuat kawasan menjadi tidak aman,” tegasnya.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran strategis dunia yang dilalui sekitar sepertiga perdagangan minyak global, sehingga setiap eskalasi konflik di kawasan tersebut berpotensi memicu gejolak besar di pasar energi internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *