Politik dan Pemerintahan

Enam Kandidat Ketua PKB Tasikmalaya Masuk Radar DPP

×

Enam Kandidat Ketua PKB Tasikmalaya Masuk Radar DPP

Sebarkan artikel ini
Muscab PKB
Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kota Tasikmalaya yang digelar di Hotel Cordella, Selasa

TASIKMALAYA – Peta politik internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tasikmalaya kian dinamis. Enam nama bakal calon ketua resmi mengerucut dalam Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB yang digelar di Hotel Cordella, Selasa (7/4/2026) malam.

Forum yang berlangsung kondusif itu menandai berakhirnya tahap penjaringan awal, sekaligus membuka babak baru kontestasi kepemimpinan di tubuh PKB Kota Tasikmalaya.

Berbeda dari pola konvensional yang kerap diwarnai voting, Muscab kali ini sepenuhnya mengedepankan musyawarah mufakat. Seluruh peserta sepakat mengusulkan enam nama ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB untuk mengikuti tahapan berikutnya, yakni Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) di Jakarta.

Enam kandidat tersebut terdiri dari figur-figur internal dan representasi akar rumput. Dari unsur struktural partai, muncul nama Wahid, Heni Hendini, Mukit Nuryadin, serta Ahmad Junaedi Sakan.

Sementara dari aspirasi peserta Muscab atau basis akar rumput, muncul nama Oleh Soleh dan Asep Endang M Syam.

Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid, menegaskan bahwa seluruh proses berjalan lancar tanpa friksi berarti.

“Tidak ada voting. Semua disepakati dalam suasana kekeluargaan,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Meski demikian, dinamika politik tetap terasa. Keenam nama tersebut kini memasuki fase krusial, di mana keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan DPP PKB setelah melalui tahapan UKK yang dijadwalkan sekitar Agustus mendatang.

Ketua Organizing Committee Muscab, Ahmad Junaedi Sakan, menilai komposisi kandidat mencerminkan keseimbangan antara struktur partai dan aspirasi kader di akar rumput.

“Empat dari struktur, dua dari usulan peserta. Ini menunjukkan proses yang terbuka dan partisipatif,” jelasnya.

Dengan berakhirnya tahap Muscab, peta politik PKB Kota Tasikmalaya kini memasuki fase penentuan di tingkat pusat. Siapa yang akan mendapat mandat memimpin, akan sangat bergantung pada penilaian strategis DPP dalam membaca kebutuhan politik daerah ke depan.