TEHERAN– Iran dengan tegas membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Teheran setuju menyerahkan cadangan uranium ke Amerika Serikat dalam negosiasi terbaru.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, menegaskan bahwa wacana pemindahan uranium sama sekali tidak pernah menjadi bagian dari pembahasan.
“Saya dapat memastikan bahwa tidak ada material uranium yang akan dikirim ke Amerika Serikat. Ini tidak bisa menjadi titik awal negosiasi,” tegas Khatibzadeh. (PBS)
Ia juga menegaskan bahwa Iran tetap terbuka terhadap dialog, namun tidak akan menerima tuntutan yang dianggap berlebihan atau tidak masuk akal.
“Kami siap membahas berbagai kekhawatiran, tetapi tidak akan menerima hal-hal yang sejak awal tidak dapat diterima,” lanjutnya. (Press TV)
Sebelumnya, Donald Trump mengklaim komunikasi dengan Iran berjalan baik dan menyebut kesepakatan besar terkait program nuklir sudah sangat dekat.
Namun di sisi lain, Trump juga menilai Iran mulai mengubah sikap dalam negosiasi dan mencoba mencari celah dari kesepakatan yang sedang dibahas.
Menanggapi hal itu, Khatibzadeh justru menyebut kebuntuan negosiasi terjadi karena Amerika Serikat tetap mempertahankan tuntutan maksimalis.
“Kami belum bisa melanjutkan ke pertemuan berikutnya karena Amerika belum meninggalkan posisi maksimalis mereka,” ujarnya. (Korea Joongang Daily)
Ia menambahkan, Iran menginginkan adanya kesepakatan kerangka terlebih dahulu sebelum melangkah ke tahap negosiasi lanjutan.
Perbedaan tajam antara klaim Washington dan pernyataan Teheran menunjukkan bahwa proses negosiasi masih jauh dari kata final. Ketegangan pun berpotensi terus berlanjut, terutama dalam isu sensitif terkait program nuklir Iran.








