BANDUNG – Shalat merupakan ibadah yang memiliki kedudukan sangat istimewa dalam Islam. Tidak mengherankan jika perintah untuk melaksanakan shalat berulang kali ditegaskan dalam Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Muslim.
Lalu, sebenarnya berapa kali perintah shalat disebutkan dalam Al-Qur’an?
Para ulama dan peneliti Al-Qur’an menjelaskan bahwa kata ash-shalah (الصلاة) beserta berbagai turunannya disebut sekitar 99 kali dalam Al-Qur’an. Sementara itu, bentuk perintah langsung untuk mendirikan shalat, seperti “Aqimush Shalah” (أقيموا الصلاة) dan “Aqimis Shalah” (أقم الصلاة), muncul sekitar 30 kali lebih dalam berbagai ayat.
Besarnya jumlah penyebutan tersebut menunjukkan betapa pentingnya shalat dalam kehidupan seorang Muslim. Bahkan, tidak ada ibadah praktis lain yang mendapatkan penekanan sebesar shalat dalam Al-Qur’an.
Perintah Shalat dalam Al-Qur’an
Salah satu ayat yang paling dikenal terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 43:
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
“Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk.”
Perintah serupa juga terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 110:
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ
“Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.”
Sementara dalam Surah Thaha ayat 14, Allah SWT berfirman:
إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي
“Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku. Maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku.”
Ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa shalat bukan sekadar ritual ibadah, melainkan sarana utama seorang hamba untuk menjaga hubungan dengan Allah SWT.
Shalat dan Zakat Sering Disebut Bersamaan
Menariknya, Al-Qur’an kerap menyandingkan perintah shalat dengan zakat. Frasa:
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ
“Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat”
disebut lebih dari 20 kali dalam berbagai ayat.
Hal ini mengandung pesan bahwa kesalehan spiritual harus berjalan seiring dengan kesalehan sosial. Shalat mencerminkan hubungan manusia dengan Allah, sedangkan zakat menunjukkan kepedulian terhadap sesama.
Mengapa Shalat Begitu Ditekankan?
Dalam Al-Qur’an, shalat dikaitkan dengan berbagai nilai utama kehidupan, mulai dari keimanan, ketakwaan, kesabaran, hingga keberuntungan hidup.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ankabut ayat 45:
إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
Ayat ini menjelaskan bahwa shalat tidak hanya berdampak pada aspek ibadah, tetapi juga membentuk karakter dan perilaku seorang Muslim dalam kehidupan sehari-hari.
Fondasi Kehidupan Muslim
Para ulama sepakat bahwa setelah tauhid, shalat merupakan fondasi utama dalam ajaran Islam. Karena itu, Al-Qur’an berulang kali mengingatkan umat Islam untuk menjaga dan memelihara shalat.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 238:
حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ
“Peliharalah semua shalatmu dan shalat wustha, serta berdirilah karena Allah dengan khusyuk.”
Berdasarkan berbagai kajian, dapat disimpulkan bahwa kata shalat dan turunannya disebut sekitar 99 kali dalam Al-Qur’an, sedangkan perintah langsung untuk mendirikan shalat muncul sekitar 30 kali lebih.
Frekuensi penyebutan yang sangat tinggi tersebut menjadi bukti bahwa shalat merupakan pilar utama yang menopang kehidupan seorang Muslim, baik dalam hubungan dengan Allah maupun dalam kehidupan sosial bermasyarakat.






