BANDUNG — Aksi pengeroyokan brutal menimpa seorang remaja di bawah umur yang diduga bernama Hilmi di kawasan Pasir Impun, Kota Bandung, Minggu malam hingga dini hari Senin (2/6). Kejadian ini viral setelah rekaman kamera CCTV menyebar luas di media sosial dan memancing kecaman publik.
Berdasarkan kronologi yang disampaikan saksi mata berinisial 1stjuneee di kolom komentar akun Instagram @humaspoldajabar, kejadian bermula saat korban bersama sekitar 10 temannya selesai mengisi bahan bakar di sebuah SPBU dan hendak pulang ke kawasan Antapani Lama.
Saat keluar dari SPBU, rombongan korban berpapasan dengan sekelompok pelaku. Tanpa provokasi yang jelas, kendaraan bermotor yang dikendarai korban langsung dipepet ke arah kanan dan ditabrak dari belakang oleh pelaku.
“Korban terpojok di area warung, dihantam benda tumpul, helm pecah parah. Kaki sebelah kanan sakit karena dorongan dari motor. Jari tengah tangan kanan sepertinya patah dan mengeluarkan darah karena sajam,” ungkap saksi mata dalam komentarnya.
Kejadian berlangsung sekitar pukul 03.00 WIB lebih. Dalam rekaman CCTV yang beredar, korban tampak tidak berdaya dan berulang kali berteriak “Ampun, ampun!” saat dihujani pukulan dan benda tumpul. Warga serta penjaga warung di sekitar lokasi tampak syok dan panik menyaksikan kekerasan yang terjadi begitu cepat.
Saksi mata yang mengaku membawa korban ke rumah untuk pertolongan pertama itu juga menyebut bahwa ponsel dan sepeda motor milik korban turut diambil para pelaku.
*Kondisi Korban Memprihatinkan, Keluarga Tak Mampu Biayai Rontgen*
Keprihatinan mendalam datang dari bibi korban, akun @neninuraeni15_, yang mengungkapkan bahwa keluarga tengah dalam kondisi ekonomi yang sulit. Kaki korban yang diduga patah oleh dokter belum bisa diperiksa rontgen karena ketiadaan biaya, sehingga hanya dibawa ke tukang pijat. Hanya luka di tangan yang sempat dijahit.
Lebih tragis, ini bukan kali pertama keluarga menjadi korban kekerasan jalanan. Sebelumnya, ibu Hilmi pernah menjadi korban begal di depan PDAM Jalan AH Nasution, Bandung, dengan luka sabetan benda tajam dari punggung hingga paha.
“Sabar ya Hilmy… Jadi pelajaran, sekiranya tidak penting di rumah saja. Tidak ada solidaritas kalau sudah kejadian seperti ini. Tetap orang tua yang harus pontang-panting cari biaya,” tulis sang bibi.
*Polrestabes Bandung Turun Tangan, Satreskrim Usut Kasus*
Merespons viralnya kejadian ini, akun resmi @humaspoldajabar yang terverifikasi memastikan bahwa @polrestabesbandung akan menindaklanjuti laporan tersebut. Polrestabes Bandung melalui akun resminya mengonfirmasi bahwa kasus ini telah ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung.
“Terimakasih atas informasinya. Kasus pengeroyokan yang terjadi di Pasir Impun Bandung kepada anak di bawah umur sedang ditangani oleh Satreskrim Polrestabes Bandung,” demikian pernyataan resmi akun @polrestabesbandung.
Hingga berita ini diturunkan, motif pengeroyokan belum diungkap secara resmi oleh pihak kepolisian. Proses penyelidikan masih terus berjalan.
Masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini dapat melapor melalui Call Center Polisi *110, atau pengaduan masyarakat (Dumas Presisi) di nomor **085659654392*.




