Hukrim

Heboh Kepala Mengapung di Sumur, Warga Tasikmalaya Tewas

×

Heboh Kepala Mengapung di Sumur, Warga Tasikmalaya Tewas

Sebarkan artikel ini
Evakuasi Jenazah di Sumur
Evakuasi Jenazah di Sumur

TASIKMALAYA – Warga Kampung Cicurug, Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang pria di dalam sumur milik warga, Kamis pagi (4/6).

Korban diketahui berinisial AS (42), warga setempat. Jenazahnya ditemukan dalam kondisi tenggelam dengan bagian kepala mengapung di permukaan air sumur yang selama ini digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari.

Kapolsek Tawang, Iptu Sumarso, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Setelah menerima laporan warga, polisi bersama Tim Inafis Polres Tasikmalaya Kota, BPBD, dan Satpol PP langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta evakuasi korban.

“Benar, telah ditemukan seorang warga meninggal dunia di dalam sumur di wilayah Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang. Kami bersama tim terkait langsung melakukan pengecekan dan olah TKP,” kata Sumarso.

Penemuan jenazah bermula saat seorang warga bernama Ecin (70) hendak menimba air sekitar pukul 08.45 WIB. Saat pengambilan air kedua, ia melihat benda menyerupai rambut mengambang di permukaan sumur.

Karena penasaran, saksi kembali menurunkan ember dan mendapati bagian kepala manusia terlihat di atas permukaan air. Temuan tersebut sontak membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi.

Menurut warga lainnya, Ade (64), pada Rabu malam sekitar pukul 00.30 WIB sempat terdengar suara benturan keras dari arah sumur. Namun suara tersebut tidak menimbulkan kecurigaan karena dianggap hal biasa.

Petugas kemudian mengevakuasi jenazah dan membawanya ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat gangguan kesehatan dan telah menjalani pengobatan rutin selama kurang lebih 25 tahun.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi dan melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.