Ekonomi

Listrik Byar-Pet, Omzet UMKM Karawang Ambruk 40 Persen

×

Listrik Byar-Pet, Omzet UMKM Karawang Ambruk 40 Persen

Sebarkan artikel ini
UMKM Karawang
Omzet UMKM Karawang Ambruk 40 Persen gara-gara Listrik Byar-Pet

KARAWANG – Pemadaman listrik berulang bikin UMKM Karawang menjerit. Omzet usaha anjlok sampai 40 persen akibat listrik mati 3-4 jam setiap hari.

Keluhan datang dari usaha gabungan kafe dan car wash di Karawang. Manajer operasional, Via, sebut listrik padam 3 kali dalam sepekan terakhir. Durasi mati 3 sampai 4 jam.

“Setiap hari dalam tiga sampai empat jam pasti ada mati listrik. Entah jam 10 pagi sampai jam 1 siang, atau jam 1 siang sampai jam 5 sore,” kata Via di lokasi usaha, Selasa 22 Juni 2026.

Pemadaman di jam operasional bikin bisnis lumpuh. Layanan kafe dan car wash tak jalan. Pendapatan harian langsung terjun bebas.

“Kalau kerugian lumayan. Pendapatan berkurang sekitar 30 sampai 40 persen,” tegas Via. Ia enggan sebut nominal pasti, tapi dampaknya signifikan.

Ketua Umum BPC HIPMI Karawang, David, benarkan keluhan meluas. Banyak pengusaha lapor listrik mati ganggu operasional, terutama industri yang butuh pasokan stabil.

“Banyak teman-teman pengusaha yang menyampaikan keluhan. Pemadaman listrik ini sangat mengganggu operasional usaha,” ujar David.

David minta PLN beri info dini dan jadwalkan padam di luar jam produktif. Listrik kebutuhan dasar usaha. Satu jam padam, rugi besar.

“Pengusaha paham jika ada perbaikan. Tapi dampaknya ke usaha jadi perhatian. Kami harap komunikasi lebih baik dan ada antisipasi agar dunia usaha tidak terlalu dirugikan,” tegasnya.

UMKM desak PLN tingkatkan layanan. Kepastian pasokan listrik kunci jaga produktivitas dan keberlangsungan bisnis. Jika terus byar-pet, ekonomi rakyat terancam.

PLN belum beri keterangan resmi soal keluhan pemadaman di Karawang hingga berita ini ditulis.