Edukasi

Stres Picu Asam Lambung Naik? Ini Penjelasan Dokter

×

Stres Picu Asam Lambung Naik? Ini Penjelasan Dokter

Sebarkan artikel ini
Asam Lambung
Ilustrasi : Asam Lambung

BANDUNG – Asam lambung atau GERD kerap dikaitkan dengan pola makan tidak teratur. Namun, para ahli menyebut kondisi psikologis seperti stres juga dapat memperburuk gejala penyakit tersebut.

Menurut American Psychological Association (APA), saat stres tubuh melepaskan hormon kortisol dan adrenalin. Pelepasan hormon itu memengaruhi sistem pencernaan, memperlambat pengosongan lambung, serta meningkatkan sensitivitas nyeri pada lambung dan kerongkongan.

Sementara itu, National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menjelaskan GERD terjadi ketika katup antara kerongkongan dan lambung melemah. Akibatnya, asam lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan heartburn hingga mual.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan hubungan psikologis dan GERD. Studi di World Journal of Gastroenterology menemukan individu dengan stres tinggi cenderung melaporkan gejala refluks lebih berat dibanding yang stabil. Asam lambung pun lebih mudah dirasakan karena saraf saluran cerna menjadi sensitif.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam mengingatkan, tidak semua nyeri dada berasal dari jantung. Pada penderita GERD, sensasi panas di dada sering muncul setelah makan atau saat berbaring. Masyarakat diimbau segera ke fasilitas kesehatan jika nyeri dada disertai sesak napas atau keringat dingin.

Untuk mengurangi risiko kambuh, perubahan gaya hidup disarankan. Caranya dengan makan porsi kecil lebih sering, hindari berbaring setelah makan, jaga berat badan, batasi makanan pedas, berlemak, alkohol, dan kafein.

Pengelolaan stres juga penting. Olahraga ringan, meditasi, tidur cukup, atau konseling psikologis dapat membantu menurunkan frekuensi kekambuhan asam lambung.

Apabila keluhan muncul lebih dari dua kali dalam seminggu atau tidak membaik, penderita disarankan konsultasi ke dokter. Penanganan medis bisa berupa antasida, H2 blocker, atau PPI sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Data International Foundation for Gastrointestinal Disorders (IFFGD) menyebut sekitar 20 persen orang dewasa di negara Barat mengalami gejala GERD setiap pekan. Edukasi faktor pemicu, termasuk stres, menjad