BANDUNG — Tayamum merupakan kemudahan (rukhsah) yang diberikan Allah SWT bagi umat Islam untuk bersuci ketika tidak ada air atau dalam kondisi sakit. Agar ibadah tetap sah, penting bagi kita untuk memahami tata cara tayamum berdasarkan Al-Qur’an dan hadits Rasulullah SAW yang sahih.
Landasan utama tayamum termaktub dalam Al-Qur’an, Surah Al-Ma’idah ayat 6, yang memerintahkan umat Islam yang tidak menemukan air untuk bertayamum dengan debu yang bersih (sha’idan thayyiba).
Lalu, bagaimana teknis pelaksanaannya yang sesuai dengan sunnah Nabi?
Berdasarkan hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim dari Ammar bin Yasir RA, Rasulullah SAW mengajarkan tata cara tayamum yang sangat praktis dan ringkas, yaitu cukup dengan satu kali tepukan debu untuk mengusap wajah dan kedua telapak tangan.
Berikut adalah panduan praktis tata cara tayamum yang benar:
1. *Niat dan Membaca Basmalah:* Mulailah dengan niat tulus di dalam hati untuk mendirikan shalat dan ucapkan “Bismillah”.
2. *Menepuk Permukaan Debu:* Tepukkan kedua telapak tangan ke permukaan tanah, dinding, atau tempat yang bersih dan mengandung debu suci.
3. *Meniup Telapak Tangan:* Tiup atau kibaskan kedua telapak tangan dengan ringan. Tujuannya adalah untuk menipiskan debu agar tidak terlalu tebal saat diusapkan ke wajah.
4. *Mengusap Wajah:* Usapkan kedua telapak tangan ke seluruh bagian wajah secara merata sebanyak satu kali.
5. *Mengusap Kedua Tangan:* Usapkan telapak tangan kiri ke punggung tangan kanan hingga pergelangan, dan sebaliknya. Menurut hadits Ammar bin Yasir, pengusapan tangan ini cukup sampai pergelangan tangan saja, bukan sampai siku seperti saat berwudhu.
Seluruh rangkaian gerakan di atas dilakukan secara berurutan (tertib).
Melalui petunjuk yang jelas ini, Islam memberikan kemudahan tanpa mengurangi kesucian ibadah itu sendiri. Dengan memahami tata cara tayamum berdasarkan Al-Qur’an dan hadits sahih ini, seorang muslim tidak lagi memiliki alasan untuk meninggalkan shalat dalam kondisi darurat sekalipun.




