CIMAHI – DPRD Kota Cimahi menegaskan musisi jalanan layak menjadi aset budaya, bukan sekadar penghibur. Pernyataan itu disampaikan Ketua DPRD Wahyu Widiatmoko, Selasa (7/7/2026).
DPRD Kota Cimahi menilai musisi jalanan punya peran strategis membangun wajah kota kreatif. Kreativitas dan dedikasi mereka di ruang publik patut mendapat perhatian pemerintah dan masyarakat.
DPRD Kota Cimahi mendorong kebijakan yang membuka ruang lebih luas. Bentuk dukungannya meliputi festival, pembinaan berkelanjutan, penyediaan ruang pertunjukan, hingga peningkatan kapasitas agar pelaku seni berkembang profesional.
DPRD Kota Cimahi menyambut positif Festival Musisi Jalanan Fest Mujah 2026. Ajang itu dinilai langkah konkret membangun ekosistem seni sekaligus wadah pembinaan musisi jalanan.
“Musisi jalanan memiliki talenta dan dedikasi yang patut dihargai. Mereka layak mendapatkan ruang, perhatian, dan apresiasi yang lebih baik,” ujar Wahyu.
Menurutnya, musisi jalanan bagian dari ekosistem seni yang menghidupkan ruang publik. Kehadiran mereka memperkaya kehidupan budaya di Kota Cimahi.
Wahyu menyebut ruang publik tidak hanya untuk aktivitas masyarakat. Ruang itu juga harus menjadi panggung terbuka bagi lahirnya kreativitas. Seni di tengah masyarakat diyakini menciptakan kota yang hidup, inklusif, dan beridentitas budaya kuat.
“Kemajuan kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik atau ekonomi. Tapi juga dari ruang bagi tumbuhnya seni, budaya, dan kreativitas,” katanya.
Ia berharap Fest Mujah tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Festival itu diharapkan menjadi awal lahirnya musisi berbakat yang membawa nama Kota Cimahi ke tingkat regional hingga nasional.
Wahyu mengajak musisi jalanan meningkatkan kualitas musikalitas dan memperkaya karya. Etika berkesenian juga harus dijaga, serta setiap penampilan dijadikan sarana menyampaikan pesan positif.
“Musisi jalanan adalah bagian dari aset budaya Kota Cimahi. Jika dibina dengan baik, mereka bukan hanya menghidupkan ruang publik, tetapi juga melahirkan prestasi dan kebanggaan daerah,” pungkas Wahyu.
Ia menegaskan, ekosistem seni yang sehat harus terus dibangun bersama. Dukungan kebijakan menjadi kunci agar musisi jalanan naik kelas dari sekadar penghibur menjadi representasi kemajuan budaya daerah.





