GARUT – Bupati Garut dan Kemah Bela Negara 2026 jadi fokus utama. Bupati Garut mengajak generasi muda memperkuat nilai kebangsaan.
Bupati Garut buka Kemah Bela Negara 2026 bersama BNPT. Bupati Garut sebut ini benteng cegah intoleransi.
Kemah Bela Negara 2026 diikuti 183 peserta. Kemah Bela Negara 2026 digelar 3 hari di Graha Patriot.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin membuka Kemah Bela Negara Tahun 2026 di Graha Patriot, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, beberapa waktu lalu. Kegiatan yang dimulai Rabu (8/7/2026) ini bertujuan menanamkan wawasan kebangsaan, memperkuat karakter, dan mencegah berkembangnya paham intoleransi serta radikalisme.
Pembukaan Kemah Bela Negara 2026 dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme RI Komjen Pol Eddy Hartono beserta jajaran deputi BNPT. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Barat, mitra BNPT, tokoh masyarakat, dan seniman budaya lokal.
Bupati Garut menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala BNPT di Kabupaten Garut. Menurutnya, momentum ini penting untuk mewariskan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi penerus.
“Ini sangat penting, bahwa nilai-nilai kebangsaan ini harus kita wariskan kepada anak-anak atau generasi muda berikutnya. Karena nilai ini dulu dirintis dan dibangun menjadi komitmen para pendiri bangsa, sehingga hari ini harus kita jaga dan kita pelihara bersama,” ujar Abdusy Syakur Amin.
Ia berharap penanaman nilai bela negara secara berkelanjutan mampu membentuk generasi muda berkarakter kuat, cinta tanah air, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Kepala BNPT RI Komjen Pol Eddy Hartono mengapresiasi dukungan Bupati Garut dalam penyelenggaraan Kemah Bela Negara 2026. Ia menyebut kegiatan ini bagian dari implementasi RPJMN sekaligus mendukung visi Asta Cita Presiden RI.
“Di sini kita menyatukan sinergi antara komponen pertahanan dan keamanan untuk melakukan pencegahan. Saya berterima kasih kepada Bupati Garut yang sudah menyiapkan tempat dan fasilitas di sini, termasuk dukungan dari tokoh masyarakat dan seniman budaya,” ungkap Eddy Hartono.
Ia menegaskan pelajar dan mahasiswa adalah aset bangsa yang harus dipersiapkan sejak dini. Tujuannya agar memiliki ketahanan ideologi dan semangat kebangsaan menyongsong Indonesia Emas 2045.
Ketua Panitia Pelaksana Asep Maher menjelaskan Kemah Bela Negara 2026 mengusung tema “Kader Muda Harmoni” dan berlangsung 8–10 Juli 2026. Kegiatan diikuti 100 peserta SMP, 59 peserta SMA, dan 24 mahasiswa dari 15 sekolah serta 6 perguruan tinggi.
Para peserta akan menjadi motor penggerak penguatan nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing. Metode yang digunakan adalah pembelajaran partisipatif, aktif, dan dialogis yang dipandu narasumber dan fasilitator berpengalaman.
Menurut panitia, kegiatan ini juga bertujuan mempererat silaturahmi dan memperkuat memori kolektif tentang kehidupan berbangsa yang harmonis.








