Edukasi

KDS Tegas: MPLS 2026 Wajib Bebas Bullying dan Pungli

×

KDS Tegas: MPLS 2026 Wajib Bebas Bullying dan Pungli

Sebarkan artikel ini
KDS MPLS
Bupati Bandung KDS buka MPLS 2026 serentak. Tegas: sekolah wajib bebas bullying dan pungli.

BANDUNG – Bupati Bandung dan MPLS 2026 Kabupaten Bandung resmi dimulai. Bupati Bandung tegas larang perundungan dan pungutan liar di sekolah.

MPLS 2026 Kabupaten Bandung jadi fondasi karakter. MPLS 2026 Kabupaten Bandung digelar serentak 13 Juli 2026.

Pemkab siapkan 5.000 beasiswa. Bupati Bandung target cetak generasi Indonesia Emas 2045.

Pemerintah Kabupaten Bandung menegaskan komitmen membangun generasi berkarakter melalui pelaksanaan MPLS 2026 Kabupaten Bandung Tahun Ajaran 2026/2027. Selain ajang pengenalan lingkungan sekolah, MPLS 2026 Kabupaten Bandung diharapkan menjadi fondasi pembentukan karakter peserta didik sekaligus memperkuat budaya sekolah yang aman, nyaman, ramah anak, bebas dari perundungan, serta terbebas dari praktik pungutan liar.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Bandung harus menjadi rumah kedua yang mendukung tumbuh kembang peserta didik, baik dari sisi akademik maupun pembentukan akhlak dan kepribadian. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi belajar, tetapi juga dari lahirnya generasi yang berkarakter, berakhlakul karimah, dan memiliki cita-cita jelas sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Bandung yang akrab disapa KDS saat membuka secara resmi MPLS 2026 Kabupaten Bandung tingkat Kabupaten Bandung di SMP Negeri 3 Soreang, Senin 13/7/2026. Pembukaan dilakukan secara serentak di seluruh sekolah dengan melibatkan jajaran Pemkab sebagai pembina upacara.

“Tujuan MPLS adalah mengenalkan lingkungan sekolah kepada siswa baru. Kenali guru, wali kelas, teman-teman, ruang belajar, tempat ibadah hingga berbagai fasilitas sekolah. Sekolah adalah rumah kedua bagi kalian,” ujar KDS.

KDS mengingatkan seluruh peserta didik agar mengikuti rangkaian MPLS selama lima hari dengan sungguh-sungguh sebagai bekal beradaptasi. Ia juga mengajak siswa memiliki visi, tujuan, dan semangat belajar sejak dini agar mampu meraih cita-cita.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Pendidikan dasar merupakan fondasi yang sangat penting untuk membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlakul karimah,” katanya.

Kepada kepala sekolah dan guru, Bupati Bandung menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan berpihak kepada peserta didik. Ia meminta tenaga pendidik menjadi teladan sekaligus memastikan tidak ada praktik perundungan maupun pungutan liar.

“Saya tegaskan jangan sampai ada bullying dan jangan ada pungutan liar di sekolah. Guru adalah orang tua bagi anak-anak di sekolah sehingga harus menjadi teladan dalam membentuk karakter peserta didik,” tegasnya.

Selain penguatan karakter, MPLS 2026 Kabupaten Bandung juga mendukung program pemerintah termasuk Program Makan Bergizi Gratis untuk meningkatkan kesehatan dan pemenuhan gizi peserta didik. Pendidikan karakter diperkuat melalui pengamalan Pancasila, pendidikan agama, serta pelestarian bahasa dan budaya Sunda.

“Kita ingin mencetak calon pemimpin masa depan yang cerdas, berkarakter, mencintai budaya daerah, dan memiliki akhlak yang baik sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Asep Kusumah mengatakan pelaksanaan SPMB 2026/2027 berjalan sesuai tahapan dengan prinsip keadilan dan pemerataan akses. Pemkab menyiapkan 5.000 beasiswa bagi peserta didik kelas VII di sekolah swasta sebesar Rp1 juta per siswa.

“Program ini komitmen Bupati Bandung agar seluruh anak di Kabupaten Bandung tetap dapat mengenyam pendidikan. Tidak boleh ada anak putus sekolah hanya karena tidak diterima di sekolah negeri,” ujar Asep.