Politik dan Pemerintahan

IPM Bandung Tembus 75,58: KDS Genjot 9 RSUD Baru

×

IPM Bandung Tembus 75,58: KDS Genjot 9 RSUD Baru

Sebarkan artikel ini
KDS IPM
KDS ungkap capaian IPM saat menghadiri kegiatan Jumat Keliling (Jumling) ke-163 di Masjid Jami Husnul Khotimah, Desa Katapang, pada Jumat (17/7/2026).

BANDUNG – Pemerintah Kabupaten Bandung kembali mencatatkan prestasi gemilang dalam pembangunan sumber daya manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah ini kini telah mencapai angka 75,58 poin, sebuah capaian yang mencerminkan keberhasilan pemerintah dalam memperkuat layanan dasar masyarakat. Angka Harapan Hidup (AHH) warga pun ikut terdongkrak menjadi 75,70 tahun, menandakan meningkatnya kualitas kesehatan dan kesejahteraan hidup di wilayah tersebut.

Capaian positif ini disampaikan langsung oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna (KDS), saat menghadiri kegiatan Jumat Keliling (Jumling) ke-163 di Masjid Jami Husnul Khotimah, Desa Katapang, pada Jumat (17/7/2026). Dalam sambutannya, KDS menegaskan bahwa pembangunan harus berdampak nyata. Ia menekankan bahwa kunci dari kenaikan IPM terletak pada integrasi program kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi yang menyentuh akar rumput sebagai bentuk optimalisasi layanan dasar masyarakat.

Di sektor kesehatan, KDS mengungkapkan komitmen besar untuk mendekatkan akses medis bagi warga. “Saat ini kita sudah menyelesaikan pembangunan lima RSUD Bedas baru dan tahun ini akan bertambah lagi di Cimenyan sehingga total akan ada sembilan RSUD,” jelasnya. Penambahan fasilitas kesehatan ini dinilai krusial untuk menurunkan angka kematian dan meningkatkan kualitas hidup. Selain itu, pengurangan rumah tidak layak huni (rutilahu) juga menjadi faktor pendukung utama meningkatnya angka harapan hidup warga Kabupaten Bandung.

Sementara itu, di bidang pendidikan, Pemkab Bandung fokus pada peningkatan Rata-rata Lama Sekolah melalui program kesetaraan Paket A, B, dan C yang menargetkan 50.000 peserta per tahun. Tidak berhenti di situ, pemerintah juga meluncurkan Program Beasiswa Ti Bupati (BESTI) untuk memastikan anak berprestasi dari keluarga kurang mampu dapat melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Langkah ini merupakan wujud nyata dari upaya pemerataan layanan dasar masyarakat agar tidak ada potensi generasi muda yang terhambat karena kendala ekonomi.

Tak hanya fisik dan intelektual, aspek spiritual juga mendapat perhatian serius dengan alokasi insentif Rp109 miliar bagi 16.000 guru ngaji. Di sisi ekonomi, KDS mengajak aparatur desa menyiapkan ‘buffer stock’ pangan dan mendorong terciptanya 10.000 wirausaha muda setiap tahunnya. Sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat dalam menjaga kepedulian sosial menjadi pondasi kokoh bagi keberlanjutan layanan dasar masyarakat. Dengan strategi komprehensif ini, Kabupaten Bandung optimis dapat terus meningkatkan kualitas hidup warganya secara berkelanjutan dan inklusif.