Edukasi

Garut Gandeng UPI, 360 Mahasiswa PPG Genjot Literasi dan Numerasi Siswa

×

Garut Gandeng UPI, 360 Mahasiswa PPG Genjot Literasi dan Numerasi Siswa

Sebarkan artikel ini
Literasi Garut
Bupati Garut gandeng UPI lewat 360 mahasiswa PPG. Targetkan peningkatan literasi dan numerasi siswa melalui pembelajaran mendalam.

GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut mengambil langkah strategis dalam membenahi kualitas pendidikan dasar dengan menggandeng Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi membuka Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) yang melibatkan 360 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) dari Sekolah Pascasarjana UPI.

Fokus utama dari kolaborasi ini adalah mendongkrak capaian literasi dan numerasi peserta didik yang hingga kini masih menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan di daerah tersebut.

Dalam sambutannya di Gedung Pendopo, Rabu (22/7/2026), Bupati Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa UPI merupakan lembaga pendidikan terbaik di Indonesia. Ia berharap kehadiran para calon guru terbaik ini dapat memberikan dampak nyata bagi perbaikan mutu sekolah. “Kita meminta orang-orang terbaik untuk membantu Garut,” ujarnya.

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, melainkan berlanjut pada program pelatihan guru yang intensif untuk mengakselerasi peningkatan standar pendidikan, khususnya dalam penguasaan dasar literasi dan numerasi yang menjadi fondasi belajar siswa.

Dekan Sekolah Pascasarjana UPI, Juntika Nurihsan, menyatakan komitmen lembaganya untuk mengubah peran perguruan tinggi dari sekadar “mercusuar” akademik menjadi mitra pembangunan yang dirasakan langsung manfaatnya.

Ia menargetkan Garut menjadi pusat penelitian terpadu SPs UPI, di mana hasil riset tidak hanya tersimpan di rak kampus, tetapi diimplementasikan dalam praktik pembelajaran sehari-hari. Melalui tema “Penguatan Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)”, para mahasiswa didorong untuk membawa inovasi riset ke ruang kelas guna mengatasi hambatan dalam penguasaan literasi dan numerasi secara lebih efektif dan kontekstual.

Ketua Program Studi PPG SPs UPI, Asep Herry Hernawan, menjelaskan bahwa pemilihan Garut sebagai lokasi pengabdian didasarkan pada potensi sumber daya manusia dan hubungan baik yang telah terjalin. Para mahasiswa bertugas memetakan persoalan implementasi deep learning di lapangan.

Dengan pendekatan ini, diharapkan terjadi transfer pengetahuan yang signifikan dari kampus ke sekolah, sehingga kemampuan dasar literasi dan numerasi siswa Garut dapat meningkat drastis. Langkah ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mencetak generasi emas yang kompeten dan siap menghadapi tantangan masa depan.