Edukasi

Wabup Fajar Gandeng Bapera, Blokir Akun Medsos Anak di Bawah 16 Tahun

×

Wabup Fajar Gandeng Bapera, Blokir Akun Medsos Anak di Bawah 16 Tahun

Sebarkan artikel ini
Fajar Aldila
Wabup Sumedang Fajar Aldila jadikan Bapera mitra strategis. Fokus blokir akun medsos anak & cegah judol.

SUMEDANG – Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) III Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Provinsi Jawa Barat di Aula Tampomas PPS, Senin (27/6/2026). Dalam sambutannya, Fajar menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi organisasi masyarakat yang bergerak memajukan lingkungan. Ia menyebut Bapera sebagai mitra strategis potensial tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga provinsi hingga nasional.

Fokus utama kerjasama ini adalah menangani isu sosial kritis, khususnya terkait pencegahan judi online dan pinjol pada pemuda yang kian meresahkan akibat akses digital yang tak terkendali.

Fajar menyoroti fenomena generasi muda yang terjebak dalam jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi online (judol) melalui platform digital. Menurutnya, hal ini dipicu oleh ketidakstabilan mental dan literasi digital yang rendah, terutama pada kelompok usia di bawah 16 tahun. “Pemkab Sumedang sudah berikhtiar melalui Diskominfosanditik dan Kementerian Komdigi agar bisa memblokir akun-akun media sosial di bawah 16 tahun. Karena rata-rata anak di bawah 16 tahun pikirannya belum stabil,” ujar Fajar.

Langkah tegas ini menjadi bagian integral dari upaya pencegahan judi online dan pinjol pada pemuda, memastikan bahwa ruang digital tidak menjadi ladang eksploitasi bagi mereka yang belum memiliki kematangan emosional dan finansial.

Kehadiran Ketua DPD Bapera Jawa Barat, Raden Andreas Nandiwardhana, dan Ketua DPD Bapera Sumedang, Sidik Jafar, menandai keseriusan organisasi ini dalam mendukung program pemerintah. Fajar berharap sinergi antara eksekutif daerah dan elemen pemuda dapat menciptakan ekosistem yang sehat. “Agar dapat mencerdaskan,” tambahnya singkat namun padat makna.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan program edukasi yang efektif, bukan sekadar larangan, melainkan pemberdayaan. Dengan melibatkan Bapera, strategi pencegahan judi online dan pinjol pada pemuda dapat dijalankan lebih masif hingga ke tingkat akar rumput, menjangkau pelajar dan komunitas lokal yang sering luput dari pengawasan orang tua.

Pemerintah daerah menyadari bahwa masalah sosial seperti kecanduan judi dan utang piutang ilegal memerlukan pendekatan holistik. Melalui kemitraan dengan Bapera, Pemkab Sumedang optimis dapat menekan angka keterlibatan remaja dalam aktivitas ilegal tersebut. Edukasi literasi digital dan penguatan karakter menjadi kunci utama.

Dengan adanya pencegahan judi online dan pinjol pada pemuda yang terstruktur, diharapkan lahir generasi Sumedang yang cerdas, mandiri secara finansial, dan bijaksana dalam menggunakan teknologi demi masa depan daerah yang lebih cerah dan bebas dari dampak negatif modernitas.