Edukasi

Suatu Saat Ka’bah Akan Dihancurkan, Siapa Pelakunya?

×

Suatu Saat Ka’bah Akan Dihancurkan, Siapa Pelakunya?

Sebarkan artikel ini
Kabah
Siapa penghancur Ka'bah di akhir zaman? Dzussuwaiqatain dari Habasyah.

BANDUNG – Ka’bah adalah bangunan suci yang menjadi kiblat umat Islam sedunia. Setiap hari, jutaan mata tertuju ke arahnya. Namun, tahukah Anda bahwa di penghujung masa, bangunan mulia ini justru akan diratakan dengan tanah? Bukan oleh tentara besar atau kekuatan adidaya, melainkan oleh sekelompok orang yang tampak remeh. Siapakah mereka? Dan kapankah peristiwa dahsyat itu terjadi? Mari kita telusuri bersama melalui dalil-dalil yang shahih.

Dalil Al-Qur’an: Pelajaran dari Upaya Penghancuran Pertama

Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak secara gamblang menyebut penghancuran Ka’bah di akhir zaman di dalam Al-Qur’an. Namun, Allah mengabadikan kisah tentang upaya penghancuran pertama yang gagal total. Ini menjadi pelajaran bahwa perlindungan Allah atas Baitullah bersifat mutlak, selama kehendak-Nya masih menghendakinya.

وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ . تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍ . فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُولٍ

“Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung-burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu-batu dari tanah liat yang dibakar, sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat).” (QS. Al-Fil: 3-5)

Ayat ini menegaskan bahwa ketika Allah masih menghendaki Ka’bah berdiri, tidak ada kekuatan apa pun yang mampu menjatuhkannya. Namun, di akhir zaman, izin itu akan dicabut sebagai bagian dari proses penghancuran alam semesta.

Dalil Hadits: Identitas Pelaku yang Terus Terjaga

1. Pelaku Utama: Dzussuwaiqatain

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab secara tegas pertanyaan siapa pelakunya. Beliau tidak menyebut nama, tetapi memberikan ciri fisik yang sangat spesifik:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يُخَرِّبُ الْكَعْبَةَ ذُو السُّوَيْقَتَيْنِ مِنَ الْحَبَشَةِ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Yang akan menghancurkan Ka’bah adalah Dzussuwaiqatain (orang yang betisnya kecil) dari Habasyah (Ethiopia).” (HR. Bukhari No. 1595 dan Muslim No. 2909)

2. Metode Penghancuran dan Ciri Fisik

Dalam riwayat lain, sifat pelaku dan cara mereka menghancurkan dijelaskan lebih detail:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَخْرُجُ الْحَبَشِيَّةُ فَيُخَرِّبُونَ الْكَعْبَةَ، وَيَسْلُبُونَ حِلْيَتَهَا وَيُجَرِّدُونَهَا مِنْ كِسْوَتِهَا، وَلَكَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى أُصَيْلِعَ أُفَيْدِعَ يَضْرِبُ عَلَيْهَا بِمِسْحَاتِهِ وَمِعْوَلِهِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Orang-orang Habasyah (Ethiopia) akan keluar, lalu mereka menghancurkan Ka’bah, merampas perhiasannya, dan melepaskan penutupnya. Seakan-akan aku melihat seorang yang kepalanya botak (atau hampir botak) dengan tulang persendian yang bengkok, memukul Ka’bah dengan cangkul dan linggisnya.” (HR. Ahmad No. 9137, dinilai sahih oleh Al-Albani)

3. Kapan Penghancuran Itu Terjadi?

Penghancuran Ka’bah tidak terjadi di awal-awal tanda kiamat, melainkan di fase yang sangat akhir. Para ulama merangkum waktunya sebagai berikut:

· Setelah penampakan Dajjal, turunnya Isa, dan keluarnya Ya’juj & Ma’juj. Ka’bah masih berdiri dan didatangi jamaah haji hingga fase-fase ini berlalu.
· Ketika tidak ada lagi orang mukmin yang tersisa. Penghancuran baru terjadi setelah Allah mencabut nyawa semua orang yang beriman. Yang tersisa hanyalah manusia-manusia terburuk yang tidak lagi mengagungkan Ka’bah.
· Mereka menghancurkannya tanpa merasa dosa. Karena tidak ada lagi rasa takut kepada Allah di hati mereka.

Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah menjelaskan dalam Fathul Bari: “Penghancuran Ka’bah terjadi di akhir zaman, setelah tidak ada lagi di muka bumi orang yang mengucapkan ‘Laa ilaha illallah’.”

4. Setelah Itu, Apa yang Terjadi?

Setelah Ka’bah rata dengan tanah, maka tidak ada lagi kewajiban haji dan umrah bagi siapa pun. Inilah salah satu tanda bahwa waktu bagi manusia untuk bertaubat telah benar-benar tertutup. Hari Kiamat pun segera tiba, dan tiupan sangkakala pertama mengguncang seluruh alam.

Penutup

Dari semua penjelasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa:

1. Pelakunya jelas: Dzussuwaiqatain dari Habasyah, yang bertubuh lemah namun zalim.
2. Waktunya pasti: Terjadi di penghujung zaman, ketika manusia terbaik telah wafat dan yang tersisa hanyalah generasi durjana.
3. Pelajaran berharga: Jangan tunda taubat dan jangan tunda ibadah haji jika mampu, karena suatu saat Ka’bah tidak lagi berdiri untuk dikunjungi.

Semoga kita termasuk orang-orang yang masih diberi kesempatan untuk memuliakan Baitullah selama hayat masih dikandung badan. Wallahu a’lam bish-shawab.