Edukasi

Mandi Besar Jumat Pagi : Harus Diulang Sebelum Jumatan?

×

Mandi Besar Jumat Pagi : Harus Diulang Sebelum Jumatan?

Sebarkan artikel ini
Berangkat Jumatan
Bingung mandi besar pagi Jumat harus dua kali? Simak penjelasan hukum menggabungkan mandi junub dan mandi jumat di pagi hari agar tetap suci dan dapat pahala sunnah.

BANDUNG – Hari Jumat memiliki keutamaan khusus dalam Islam, termasuk anjuran untuk bersuci secara maksimal sebelum menghadiri shalat berjamaah. Banyak umat Islam yang bertanya-tanya mengenai mandi sunnah jumat pagi hari, terutama bagi mereka yang sedang dalam keadaan hadas besar (junub) akibat mimpi basah atau hubungan suami istri di malam sebelumnya.

Apakah harus mandi dua kali terpisah, ataukah ada keringanan dalam syariat? Pertanyaan ini penting dijawab agar ibadah kita tetap sah dan mendapatkan keberkahan hari Jumat tanpa memberatkan diri sendiri dengan ritual yang tidak perlu.

Secara fikih, mandi junub adalah wajib (fardhu) untuk mengangkat hadas besar, sedangkan mandi Jumat adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan). Para ulama, khususnya dari mazhab Syafi’i, membolehkan penggabungan kedua niat tersebut dalam satu kali mandi. Artinya, jika seseorang melakukan mandi sunnah jumat pagi hari sambil berniat juga untuk menghilangkan hadas junub, maka keduanya dianggap sah sekaligus. Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ menjelaskan bahwa kesunnahan mandi Jumat sudah terpenuhi jika seseorang mandi junub pada hari Jumat sebelum shalat, karena esensi mandi Jumat adalah kebersihan dan wewangian yang juga merupakan tujuan mandi junub.

Dalil pendukung tentang keutamaan bersuci di hari Jumat terdapat dalam hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim:
مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً
Artinya: “Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat seperti mandi janabah (junub), kemudian berangkat (ke masjid), maka seolah-olah ia berkurban seekor unta.” (HR. Bukhari no. 881 & Muslim no. 850).

Hadits ini menegaskan bahwa mandi junub di pagi hari Jumat sudah mencakup keutamaan mandi Jumat itu sendiri. Jadi, praktik mandi sunnah jumat pagi hari bagi orang junub tidak perlu dilakukan dua kali; cukup satu kali mandi dengan niat ganda (mengangkat hadas dan mengikuti sunnah Jumat) sudah sangat sempurna dan berpahala besar.

Namun, perlu diperhatikan tata cara niatnya. Jika seseorang hanya berniat mandi Jumat saja tanpa niat mengangkat hadas junub, maka status junubnya belum hilang dan shalatnya tidak sah. Sebaliknya, jika hanya niat mandi junub, menurut jumhur ulama kesunnahan mandi Jumat juga sudah tergugurkan karena illat (alasan) mandinya sama-sama bersuci. Oleh karena itu, saat melaksanakan mandi sunnah jumat pagi hari dalam kondisi junub, pastikan melafalkan atau menghadirkan dalam hati:

“Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbar wal istibahah min al-janabati wa sunnati yaumil jumu’ati fardhan lillahi ta’ala” (Aku niat mandi untuk mengangkat hadas besar, menghalalkan diri dari janabah, dan sunnah hari Jumat, fardhu karena Allah Ta’ala).

Dengan demikian, ibadah bersuci Anda menjadi efisien, sah secara syar’i, dan penuh keberkahan.